benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, kondisi cuaca di Kota Tarakan diprakirakan cukup dinamis. Dalam sepekan ke depan, wilayah ini umumnya akan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan, namun masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi peningkatan intensitas hujan dalam beberapa hari mendatang.
Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Ida Bagus Yamuna, mengungkapkan prakiraan cuaca di Tarakan selama satu minggu ke depan masih didominasi oleh kondisi cerah berawan dengan peluang hujan ringan. Kondisi tersebut merupakan pola cuaca yang umum terjadi pada masa peralihan cuaca di wilayah Kalimantan Utara.
“Prakiraan cuaca di Kota Tarakan dalam seminggu ke depan umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan,” ungkapnya, Selasa (17/3/2026).
Meski demikian, BMKG juga mencatat adanya potensi peningkatan curah hujan dalam beberapa hari mendatang. Kondisi ini dapat memicu hujan dengan intensitas yang lebih tinggi di sejumlah wilayah di Kota Tarakan.
“Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprakirakan potensi hujan masih akan terjadi pada tanggal 20 hingga 21 Maret 2026. Tanggal tersebut diketahui bertepatan dengan perkiraan momentum Hari Raya Idulfitri tahun ini.
“Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer, diprakirakan cuaca pada tanggal 20 dan 21 masih berpotensi hujan ringan hingga sedang,” terangnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi. Hal ini menjadi penting terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.
“Masyarakat dan para pemangku kepentingan harap tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.
Selain itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengguna transportasi udara maupun laut. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dapat mengganggu kelancaran perjalanan selama periode mudik.
“Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh para pengguna transportasi udara dan laut terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang,” imbuhnya.
BMKG berharap masyarakat dapat terus memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan secara resmi agar dapat mengantisipasi potensi gangguan yang mungkin terjadi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak dari cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







