benuanta.co.id, TARAKAN – Aliansi Utara masih menunggu tindak lanjut dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) atas tiga tuntutan yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa di Tarakan. Jika aspirasi tersebut tidak dipenuhi, aliansi membuka kemungkinan kembali menggelar aksi lanjutan.
Koordinator lapangan Aliansi Utara, A.A. Muchammad Imanullah Aziz, menyampaikan bahwa respons DPR RI terhadap aspirasi mahasiswa cukup positif. Ia menilai sebagian besar tuntutan sudah ditanggapi, meski masih ada satu poin yang belum menemukan kepastian.
“Sejauh ini responnya sudah baik, dua tuntutan sudah direspon. Tinggal satu poin lagi soal reformasi Polri. Kalau itu tidak dikawal, kami akan pertimbangkan kembali untuk aksi lanjutan,” jelasnya, Ahad (7/9/2025).
Menurutnya, keputusan untuk menggelar aksi susulan tidak akan diambil sepihak, melainkan melalui musyawarah internal organisasi. Pertimbangan juga akan didasarkan pada perkembangan situasi di tingkat pusat.
“Semua keputusan akan dibicarakan bersama. Kami tidak ingin langkah mahasiswa gegabah tanpa analisis kondisi,” tegasnya.
Imanullah menjelaskan aksi pertama yang digelar di Tarakan beberapa waktu lalu merupakan bentuk pernyataan sikap tegas mahasiswa terhadap DPR. Aksi itu hanya dilakukan sekali dengan target yang jelas agar tuntutan tidak lagi diabaikan.
“Kesepakatan kemarin, aksi ini satu kali tapi langsung menang. Tapi kalau dari pusat ada perubahan atau pembatalan janji, tentu akan kami pertimbangkan kembali,” tuturnya.
Adapun tiga tuntutan utama Aliansi Utara terdiri atas pembatalan tunjangan terbaru DPR, mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat termasuk percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, serta desakan reformasi Polri yang lebih profesional.
“Tiga tuntutan ini tidak muncul tiba-tiba. Semuanya hasil diskusi panjang dengan semangat memperjuangkan kepentingan masyarakat,” paparnya.
Ia menekankan perjuangan mahasiswa bukan semata-mata untuk kepentingan kelompok, melainkan sebagai upaya advokasi kebijakan. Oleh karena itu, Aliansi Utara menolak anggapan bahwa gerakan mereka ditunggangi pihak luar.
“Aksi ini hasil kesepakatan internal UBT, tujuannya advokasi kebijakan. Jadi tidak ada tunggang-menunggang,” terangnya.
Lebih lanjut, Imanullah mengapresiasi sikap DPR RI yang sudah memberikan respon terhadap dua tuntutan. Namun, ia mengingatkan agar janji tersebut benar-benar ditindaklanjuti, bukan sekadar retorika.
“Kita tunggu konsistensi DPR. Kalau janji hanya berhenti di kata-kata, tentu mahasiswa akan kembali bersuara,” tandasnya.
Aliansi Utara berharap DPR RI dapat segera menunjukkan komitmen nyata dalam menyelesaikan seluruh aspirasi yang disampaikan. Dengan begitu, mahasiswa tidak perlu lagi turun ke jalan untuk menegaskan sikap mereka. Namun, jika langkah tersebut tak kunjung terlihat, aksi lanjutan diyakini menjadi pilihan yang sulit dihindari. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Yogi Wibawa







