benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang pedagang di Kota Tarakan yakni Muhammad Habib (27) menjadi korban tindak kriminal begal saat hendak menuju pasar pada Jumat (29/8/2025) dini hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita di Jalan Gajah Mada, Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan tepatnya di depan KKMB.
Saat kejadian, korban tengah mengendarai motor menuju pasar sambil membawa tas selempang berisi barang dagangan.
Kondisi jalanan saat itu dalam keadaan gelap karena listrik padam, sehingga suasana sekitar menjadi rawan. Tanpa diduga, dua orang pelaku yang berboncengan motor matic tiba-tiba menyerangnya.
Korban menuturkan, salah satu pelaku langsung mengayunkan parang ke arah dirinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sabetan tersebut mengenai kaki kanannya hingga menyebabkan luka serius.
“Enggak ada kata-kata minta motor atau apa, langsung ditebas begitu saja,” ucapnya, Jumat (29/8/2025).
Meski terluka, ia sempat berusaha melawan dan bahkan berhasil memegang tangan pelaku. Namun saat itu, pelaku lain kembali mengayunkan parang sehingga membuat dirinya terjatuh dan tergelincir. Kondisi tersebut dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur motor Honda Scoopy merah miliknya.
Menurutnya, ciri-ciri pelaku adalah berbadan cukup besar, menggunakan jaket berkupluk serta masker. Satu pelaku mengenakan masker medis warna hijau atau biru, sementara yang lain memakai masker hitam berbentuk runcing. Pelaku yang berada di belakang diketahui membawa parang.
Beruntung, driver ojol yang melintas yang melihat kejadian segera bertindak cepat. Beberapa pengendara ikut mengejar pelaku, sementara satu orang langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit. Ia sempat dirawat di RS Pertamedika Tarakan karena mengalami luka di kaki kanan, kaki kiri, serta luka jahitan di bagian kepala.
Korban mengaku, sebenarnya dirinya sempat meminta warga agar tidak membawanya ke rumah sakit lebih dulu, melainkan fokus mengejar pelaku. Namun, melihat kondisi lukanya yang cukup parah, ia akhirnya harus segera mendapat pertolongan medis.
Berkat bantuan warga, motornya berhasil ditemukan kembali meski sempat dibawa kabur. Dari informasi yang didapat korban, ternyata di hari yang sama terdapat seorang perempuan yang juga menjadi korban begal di kawasan berbeda.
Kejadian itu hanya berselang sekitar satu jam dari peristiwa yang menimpanya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama dengan kondisi padamnya listrik subuh hari yang membuat jalanan gelap.
Habib berharap pihak kepolisian bisa segera menangkap para pelaku agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. Ia juga menyoroti kondisi penerangan jalan yang padam otomatis saat subuh, sehingga membuat warga rentan menjadi sasaran tindak kriminal.
“Lampu mati subuh-subuh begini bahaya, orang olahraga saja di pinggir bisa hampir tabrakan karena gelap,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







