Peringati HUT ke-80 RI, Bendera Raksasa Dibentangkan di Simpang Empat Tarakan Mall

benuanta.co.id, TARAKAN – Momen detik-detik Proklamasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kota Tarakan ditandai dengan pembentangan bendera merah putih raksasa di Simpang Empat Tarakan Mall, Ahad (17/8/2025).

Aksi tersebut dipimpin oleh Ketua Badan Pengurus Kota (BPK) Orang Indonesia (OI) Tarakan, sekaligus koordinator kegiatan, Che Ageng, dengan melibatkan berbagai komunitas dan instansi terkait.

Pembentangan bendera yang berukuran 17 meter panjang dan 8 meter lebar ini bukan sekadar simbol perayaan, melainkan juga bentuk penghormatan atas perjuangan kemerdekaan.

“Untuk panjang benderanya 17 meter dan lebarnya 8 meter, jadi pas dengan tanggal dan bulan kemerdekaan RI,” jelasnya.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026, Gapasdap Tarakan Sebut Tak Ada Armada Tambahan

Selama prosesi berlangsung, seluruh pengguna jalan yang melintas di kawasan simpang empat dihentikan sementara. Mereka diajak ikut serta dalam penghormatan kepada bendera dengan berdiri tegak dan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Kita sama-sama menghormati bentangan bendera selama 3 menit. Teman-teman yang berkendara nanti dihentikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan untuk turun sementara dari kendaraannya,” tuturnya.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 orang yang terdiri dari anggota Badan Pengurus Kota OI, komunitas Army Kaltara, serta Paskibraka Kota Tarakan. Tak hanya itu, acara juga mendapat dukungan penuh dari Satlantas Polres Tarakan, Satpol PP/PMK, hingga pengelola Tarakan Mall.

“Berbagai elemen kami libatkan dalam aksi kali ini. Hal tersebut demi mewujudkan suasana kebersamaan yang penuh sukacita,” terangnya.

Baca Juga :  1.130 Pengunjung Padati Lapas Tarakan di Momen Idulfitri, Petugas Perketat Pengawasan

Lebih dari sekadar seremoni, aksi ini juga sarat dengan makna. Para peserta mengenakan pita hitam sebagai tanda keprihatinan terhadap kondisi bangsa saat ini.

“Selain memperingati hari ulang tahun RI yang ke-80, kami juga dengan adanya pita hitam ini menandai turut prihatin dengan kondisi Indonesia sekarang,” tegasnya.

Ia mencontohkan, masih ada persoalan di berbagai daerah yang menunjukkan cita-cita kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

“Seperti yang kita tahu, ada beberapa pergolakan yang terjadi seperti di Pati, di Bone, kemudian banyak suara-suara sumbang di perbatasan yang merasa belum terwakilkan,” tambahnya.

Baca Juga :  Viral Penangkapan Buaya dengan Tangan Kosong, Warga Diminta Pahami Prosedur

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan ini harus menjadi ruang refleksi bersama. Bukan hanya untuk mengenang jasa pahlawan, tetapi juga untuk mendorong semangat perbaikan bangsa.

“Kalau ada yang perlu dibenahi, kita benahi bersama. Kalau ada yang perlu disuarakan, kita suarakan bersama dengan cara-cara yang penuh dengan etika,” lanjutnya.

Ia berharap, semangat persatuan dan keberanian yang diwariskan para pejuang dapat terus dijaga oleh generasi sekarang. “Kami mempunyai harapan yang mana kita juga harus tetap semangat pantang menyerah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *