benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian Resor (Polres) Tarakan melakukan pengecekan ke sejumlah gudang beras di Kota Tarakan untuk memastikan tidak ada penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
Kegiatan ini menindaklanjuti instruksi Mabes Polri dan Satgas Pangan yang dikeluarkan pada 12 Agustus 2025.
Kapolres Tarakan, AKBP Erwin S Manik melalui Kasatreskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdilla, mengatakan pihaknya diminta melakukan monitoring stok beras yang tersimpan di gudang-gudang milik pelaku usaha.
Ia menegaskan hal ini dilakukan agar stok tersebut segera didistribusikan dan tidak disimpan terlalu lama.
“Instruksi dari Mabes Polri dan Satgas Pangan, kita harus melakukan monitoring stok beras yang masih tersimpan di gudang. Agar produksi tersebut segera melakukan distribusi sehingga tidak ada gudang yang melakukan penimbunan. Jika ada, nanti kita akan melakukan tindakan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, saat ini Satreskrim bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) masih terus melaksanakan pengecekan di lapangan. Dari hasil pemantauan, pendistribusian beras berjalan normal dan belum ditemukan indikasi penimbunan.
“Monitoring ini juga untuk mengantisipasi lonjakan harga jika barang menjadi langka,” tambahnya.
Pengecekan dilakukan di beberapa lokasi, antara lain CV Wisnu Kencana Mandiri di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, CV Cahaya Terang Tarakan di Jalan P. Diponegoro, Gunung Belah, Kecamatan Tarakan Tengah, UD Pelita Abadi di Jalan Mulawarman, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Gudang Bulog Tarakan di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur, CV Borneo Makmur di Jalan Damai Bhakti, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, dan CV Lautan Mas Jaya di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Gunung Lingkas, Kecamatan Tarakan Timur.
Berdasarkan data stok yang diperoleh, CV Anugrah Borneo Makmur memiliki 5 ton beras di gudang, UD Pelita Abadi 65 ton, CV Laut Mas Jaya 20 ton, sedangkan di Bulog tersimpan 24,6 ton beras premium dan 53,7 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara itu, CV Cahaya Terang dan CV Wisnu Kencana Mandiri dilaporkan tidak memiliki stok alias kosong.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu instruksi lanjutan. “Yang jelas kegiatan ini tetap kami laksanakan secara berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan beras di pasaran,” tutupnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







