benuanta.co.id, TARAKAN – Musyawarah Cabang (Muscab) VI Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tarakan sukses digelar di Hotel Galaxy pada Ahad, 20 Juli 2025.
Dengan tema Transformasi Pengusaha Muda dalam Membangun Ekonomi Daerah, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk konsolidasi organisasi dan peneguhan komitmen HIPMI dalam mendorong peran pengusaha muda terhadap pembangunan ekonomi lokal.
Ketua Umum BPC HIPMI Tarakan, Lukman Ambo Lala, menekankan Muscab kali ini bukan hanya soal suksesi kepemimpinan, tetapi juga tentang memperkuat peran HIPMI dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis.
“Kami ingin Muscab ini jadi tonggak transformasi HIPMI Tarakan untuk mencetak lebih banyak pengusaha muda yang kreatif, tangguh, dan berdampak nyata,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar HIPMI ke depan dapat lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan, serta menjadi wadah sinergi antar pelaku usaha muda.
“HIPMI harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah, bukan hanya di kota tapi juga sampai ke tingkat kelurahan,” tambahnya.
Di lain sisi, Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Utara, Ade Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan Muscab dan menyatakan dukungannya terhadap penguatan peran HIPMI di Tarakan. Menurutnya, forum ini penting untuk mempererat jaringan antar daerah dan memastikan keberlanjutan program kewirausahaan.
“Kolaborasi antara HIPMI Kaltara dan Tarakan harus diperkuat agar pengusaha muda bisa berperan lebih luas dalam pembangunan daerah,” katanya.
Ade juga menegaskan HIPMI harus menjadi mitra strategis pemerintah dan komunitas dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing.
“Kami di BPD siap menjembatani program-program lintas kabupaten/kota agar semangat kewirausahaan menyebar merata,” tuturnya.
Pada kesempatan yang lain, Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., turut hadir membuka Muscab dan menyampaikan peran strategis HIPMI dalam mendukung visi kota sebagai pusat perdagangan, jasa, dan ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa sektor informal dan UMKM yang digerakkan oleh pengusaha muda telah menyumbang 87 persen terhadap PDRB Tarakan.
“Itu sebabnya peran pengusaha sangat vital. Tanpa mereka, roda ekonomi kita akan berjalan lambat,” tuturnya.
Khairul juga berharap agar HIPMI terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merancang dan menjalankan program yang menyentuh masyarakat secara langsung.
“Kami butuh mitra yang aktif dan solutif, bukan hanya pelaku usaha yang menunggu peluang,” tuntasnya.
Muscab VI ini menjadi penanda penting bagi BPC HIPMI Tarakan dalam menentukan arah dan strategi organisasi ke depan. Melalui forum ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat posisi pengusaha muda sebagai ujung tombak pembangunan ekonomi daerah. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Yogi Wibawa







