benuanta.co.id, TARAKAN – Sebuah ruko yang dijadikan konter ponsel di Jalan Seroja RT 38 No 31A, Kelurahan Karang Anyar, Kota Tarakan, dilahap si jago merah pada Sabtu, 19 Juli 2025 malam.
Ruko bernama Benua Family Cell itu diketahui terbakar sekitar pukul 21.20 WITA, hanya berselang 20 menit setelah toko ditutup.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan, Sofyan, S.H., M.H., menyampaikan pihaknya langsung mengerahkan regu pemadam dari sektor barat setelah menerima laporan warga.
“Yang menangani di TKP adalah teman-teman regu sektor barat dibantu dengan teman-teman dari Pertamina, Palang Merah Indonesia, dan satu regu dari Satpol PP,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Sabtu (19/7/2025).
Adapun objek yang terbakar merupakan satu unit ruko yang di dalamnya tersimpan banyak bahan mudah terbakar seperti ponsel, casing HP, dan kertas-kertas. Ia menyebut kondisi bangunan mempersulit proses pemadaman karena minimnya ventilasi dan jalur evakuasi.
“Asapnya sangat pekat karena ventilasi bangunannya kurang memadai,” sebut Sofyan.
Ia juga menjelaskan proses pemadaman memakan waktu cukup lama karena asap yang menyelimuti hampir seluruh bangunan. Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena bangunan dalam keadaan kosong.
“Proses pemadaman sendiri memakan waktu satu jam setengah, termasuk proses pendinginan,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, api hanya menghanguskan lantai satu, sementara lantai dua dan tiga tidak terbakar meski dipenuhi asap pekat. Hingga saat ini, pihaknya juga belum mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Untuk penyebab kebakaran sendiri belum diketahui, dan untuk total kerugiannya juga belum diketahui,” tuturnya.
Sementara itu, Pemilik Benua Family Cell, Wibbin menerangkan saat kejadian tokonya sudah tutup. Biasanya toko sudah berhenti beroperasi pada pukul 21.00 WITA.
Ia juga belum bisa memastikan jumlah kerugian karena belum sempat mendata seluruh barang yang terbakar. “Memang saat itu toko sedang kosong karena sudah tutup,” ujarnya.
Warga sekitar yang menjadi saksi mata turut menceritakan kronologi awal kejadian. Fatimah, salah satu warga sekaligus karyawan toko sebelah, mengatakan terdapat suara ledakan yang cukup keras.
Sehingga dirinya langsung menghubungi bosnya lantaran memiliki kenalan di petugas pemadam.
“Awalnya ada bunyi ledakan, lalu warga teriak-teriak dan langsung keluar rumah,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Hamid, warga lainnya yang tinggal tepat di samping ruko yang terbakar. Ia mengatakan mendengar suara ledakan sekitar pukul 21.05 sebelum melihat api dari kaca samping.
Warga sempat berupaya memadamkan api sembari menunggu petugas tiba di lokasi.
“Saya lihat ada kobaran api dari samping kaca, lalu warga coba bobol pintu depan untuk menyelamatkan apa yang bisa diselamatkan,” singkatnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







