benuanta.co.id, TARAKAN – Sikap tertib warga saat terjadi kebakaran di Komplek Perumahan Bandara Juwata, Jalan Kamboja, RT 33, Kelurahan Karang Anyar, Selasa (8/7/2025), mendapat apresiasi dari tim pemadam kebakaran. Dalam peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 08.39 WITA itu, warga tidak berkerumun di lokasi, sehingga mempermudah mobilisasi dan kerja petugas di lapangan.
“Kami sangat berterima kasih karena masyarakat di sekitar lokasi tidak menumpuk atau menghalangi akses masuk. Ini sangat membantu kami dalam menangani kebakaran secara cepat dan aman,” ujar Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, Sofyan, Selasa (8/7/2025).
Akses jalan yang terbuka dan tidak dipenuhi kerumunan membuat seluruh armada bisa langsung menjangkau titik api tanpa kendala berarti. Sofyan mengatakan, hal ini menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pemadaman. “Biasanya yang menghambat adalah keramaian warga yang ingin menonton. Tapi kali ini, kesadaran masyarakat luar biasa,” jelasnya.
Dalam operasi pemadaman tersebut, sebanyak tujuh unit armada dikerahkan. Di antaranya, dua unit fire rescue milik Dinas PMK, satu unit kendaraan suplai air kapasitas 5 ton, dua unit mobil tangki bantuan dari PKPPK Bandara Juwata Tarakan, serta dukungan suplai air dari Pertamina dan PDAM. Selain itu, sejumlah personel dari TNI, Polri, PLN, dan Satpol PP turut hadir di lapangan untuk mengamankan lokasi dan memperlancar operasional.
“Sinergi ini penting, dan keberadaan armada yang lengkap tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga area tetap kondusif,” paparnya.
Berkat koordinasi yang baik, api berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 09.29 WITA. Ia menekankan bahwa kecepatan penanganan ini tidak lepas dari kerja sama semua pihak, terutama warga sekitar. “Ini jadi contoh baik bagaimana bencana bisa ditangani secara efisien jika masyarakat mendukung penuh,” ucapnya.
Ia juga berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi wilayah lain. “Kesadaran untuk tidak menonton langsung di lokasi bencana sangat krusial. Semoga ke depan, warga Tarakan lainnya bisa mengikuti contoh positif ini,” imbuhnya.
Sementara itu, terkait kronologi, diketahui bahwa rumah dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi. Api diduga berasal dari area dapur. Rumah yang terbakar dihuni oleh seorang pejabat teknis Bandara Juwata yang sedang dinas luar kota. “Tidak ada korban jiwa, hanya satu rumah terbakar dan satu lagi terdampak ringan,” sebutnya.
Di akhir, Sofyan menegaskan kembali kerja petugas akan jauh lebih efektif jika mendapat ruang gerak dan kepercayaan dari warga. “Kami berharap pola seperti ini terus berlanjut. Tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga dengan menciptakan situasi yang tertib dan aman,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







