benuanta.co.id, TARAKAN – Meskipun telah rampung dibangun sejak 2021, Pasar Rakyat di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan hingga kini belum berhasil menarik minat masyarakat sekitar. Kondisi pasar yang kini cenderung kosong akan aktivitas jual beli membuat warga lebih memilih berbelanja di tempat lain yang dianggap lebih mudah dijangkau dan menyediakan pilihan yang lebih beragam.
Hasnawati (42), warga Kelurahan Kampung Empat, menyampaikan alasannya tidak berbelanja di sana. Ia berkata dulu sempat beberapa kali berbelanja di sana sewaktu pasarnya terdapat beberapa penjual. “Pasarnya besar dan bagus, saya warga yang sudah lama di sini. Sempat beberapa kali belanja di sana tapi pilihan tidak banyak. Kami butuh pasar yang hidup, yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya kepada benuanta.co.id, Senin (7/7/2025).
Menurut Hasnawati, warga cenderung beralih ke lapak-lapak pinggir jalan atau rumah warga yang berjualan sayur karena pilihan barang lebih lengkap dan harga lebih terjangkau. “Di pinggir jalan itu banyak pilihan, mulai dari sayur, ikan sampai jajanan. Harganya juga lebih murah dan bisa langsung beli tanpa harus jauh-jauh masuk ke pasar, cukup keluar rumah saja sedikit,“ tuturnya.
Pada kesempatan yang lain, Lilis Sari (35), warga Kelurahan Kampung 4 yang lain mengatakan sepinya pasar bukan hanya soal fasilitas, tapi juga karena tidak ada daya tarik bagi pembeli. Ia lebih memilih belanja di rumah tetangga atau pedagang keliling yang dinilai lebih fleksibel.
“Kalau cuma ada dua atau tiga kios yang buka, ya orang malas juga ke sana. Mau beli cabai aja harus jalan jauh, tapi gak tahu dapat atau enggak,” ucapnya.
Menurutnya pembeli juga pasti mengikuti adanya penjual. Makin ramai dan dekat pedagangnya, maka pilihan yang ada juga semakin terjangkau dan variatif.
“Di mana ada pembeli, di situ juga ada penjual. Para pedagang sudah terlanjur berjualan di pinggir jalan atau area yang lebih strategis, ya jadi pasti masyarakat pilih itu,” tuntasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







