benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 152 jamaah Haji asal Tarakan dinyatakan dalam kondisi sehat. Hal itu disampaikan Kepala Kementerian Agama Tarakan, Sofyan, S.Ag saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 19 Juni 2024.
Saat ini jemaah haji akan melaksanakan sejumlah ibadah di Mina seperti lontar jumrah ula, wustho, tawaf Ifadah, dan Aqabah.
Sofyan lanjut menjelaskan, dalam kewajiban di Mekkah hingga proses Tawaf Ifadah, khusus jamaah dari Kota Tarakan dalam kondisi sehat. Namun, ada satu jemaah dari Bulungan dinyatakan meninggal dunia.
Setelah jemaah haji melanjutkan Tawaf Ifadah akan dilanjutkan dengan rukun Mabit di Mina.
“Imbauan bagi jemaah haji bahwa kita tidak perlu terburu-buru bahwa gelombang 2 harus pulang ke Madinah dengan cepat, begitu juga gelombang satu yang tidak perlu terburu-buru dilakukan. Posisi Ka’bah sedang padatnya biasanya orang ingin cepat mendahulukan rukunnya, maka dari itu kita imbau agar tidak terjadinya kepadatan,” terang Sofyan.
Adapun kondisi cuaca cukup ekstrem di Mekah, dengan suhu panas mencapai 45 derajat celsius. Kendati demikian, seluruh jemaah haji telah dibekali cara mengatasi cuaca panas.
“Kita selalu antisipasi saat memberikan bimbingan dan manasik dengan jamaah Haji dan berpatisipasi perilaku-perilaku di sana, contohnya jarang pergi keluar tanpa keperluan penting, saat prediksi cuaca dingin juga kita akan memberikan antisipasi kepada jamaah haji,” ujarnya.
Kata Sofyan, jemaah haji asal Tarakan terbagi dua kloter yakni kloter 6 dan 7. “Berdasarkan info untuk kloter 6 terkini kembali ke tanah air embarkasi Balikpapan 2 Juli, sedangkan kloter 7 diinformasikan pulang pada tanggal 4 Juli. Sengaja dimundurkan, dari Jeddah embarkasi Balikpapan itu satu hari maka akan diberikan ruang peristirahatan bagi jamaah haji kloter 7,” pungkasnya.(*)
Reporter: Rewinda Karinata
Editor: Ramli







