benuanta.co.id, TARAKAN – Pilot korban jatuhnya pesawat Pilatus PC-6 Porter PK-SNE, Capt M. Yusuf kini telah menjalani perawatan di RSUD dr. H Jusuf SK.
Sebelumnya, Capt M Yusuf ditemukan selamat pada Ahad, 10 Maret 2024 oleh Tim Gabungan di Hutan Alur Subaka, Kabupaten Nunukan bersama satu rekannya yang tak selamat yakni seorang engineer atas nama Deni S. Keduanya dibawa ke RSUD dr. H JSK dan Capt M Yusuf langsung diberikan pertolongan oleh tim dokter dan perawat.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Ronald, Sp.An-TI, FCTA., mengatakan saat ini pasien telah berpindah ke ruang perawatan sejak siang tadi.
Ia menjelaskan, pihaknya menerima pasien sekira pukul 17.45 WITA dan langsung dilarikan ke ruang Prioritas 1 (P1). Saat ditangani, dokter langsung melakukan serangkaian pemeriksaan seperti laboratorium, rontgen dan CT scan bagian kepala korban.
“Saat kami evaluasi kondisi pasien stabil, sadar dan komunikasinya juga lancar,” jelasnya saat ditemui, Senin (11/3/2024).
Berdasarkan hasil rontgen, pasien dinyatakan tak terdapat patah tulang. Sementara hasil CT Scan terdapat pendarahan kecil dibagian otak pasien, tetapi tidak perlu dilakukan tindakan operasi. Namun, didapatkan luka terbuka dibagian kepala pasien sehingga diputuskan untuk operasi.
“Kita operasi itu jam 21.00 WITA (kemarin malam), berkaitan dengan persiapan puasanya, karena pasien mengaku saat di atas helikopter sempat minum sekitar 1 liter air. Operasi berjalan lancar dan setelah operasi kita observasi di ruangan ICU,” bebernya.
Selama diobservasi pasca operasi, pasien stabil dan sadar baik, pada saat ini Capt M Yusuf sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Selain luka terbuka dibagian kepala, terdapat memar di bagian tubuh pasien.
“Seluruhnya stabil, tidak ada patah tulang di lengan, kaki ataupun bagian lainnya. Tidak pakai alat bantu nafas seperti ventilator. Operasi dilakukan karena ada luka terbuka, supaya tidak infeksi,” imbuh dr. Ronald.
Dalam menangani Capt M Yusuf, pihak RSUD dr. H JSK memiliki tim yang didalamnya terdapat beberapa dokter spesialis. Di antaranya, spesialis bedah, bedah syaraf, anastesi dan psikiater. Hal ini dilakukan lantaran untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil secara keseluruhan. Saat ini, pasien masih dapat berkomunikasi dan merespon dengan baik.
“Dokter psikiatri ini untuk konsultasi pada pasien yang mengalami trauma (kecelakaan ini), meskipun kondisi pasien stabil,” tuturnya.
Ditegaskan dr Ronald, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap pasien. Jika kondisi membaik dan memungkinkan akan dilakukan rawat jalan.
Terpisah, General Manager Marketing Smart Air Pusat, Sonya Erlin Nasution mengatakan untuk engineer yang dinyatakan meninggal dunia telah dipulangkan sejak pukul 07.30 WITA ke Pangandaran, Jawa Barat menggunakan pesawat dari maskapai Smart Aviation.
“Sudah kita pulangkan menggunakan pesawat Smart Aviation juga. Diperkirakan sore sampai karena harus transit dulu di Banjarmasin untuk pengisian bahan bakar baru lanjut perjalanan,” katanya.
Pihaknya juga melakukan pendampingan terhadap pilot yang saat ini masih dalam perawatan di RSUD dr. H JSK.
“Mohon doanya yang terbaik untuk pasien. Kita juga akan terbuka terhadap semuanya (investigasi) dari KNKT. Kita akan siapkan apa yang diperlukan,” tutup Sonya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Nicky Saputra







