Target Meningkat, Bea Cukai Tarakan Genjot Penerimaan Ekspor dan Impor

benuanta.co.id, TARAKAN – Bea Cukai Tarakan mendapatkan target dari Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis Direktorat Jenderal Kepabeanan dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 17,8 miliar untuk direalisasikan pada tahun 2024.

Target ini terbagi menjadi Bea Masuk dengan rincian Rp 13,1 miliar dan Bea Keluar sebesar Rp 4,1 miliar dan menyumbang sebesar masing-masing 0.02 persen dari target nasional.

“Kalau tahun ini tidak ada target cukai karena sudah ada penerimaan di bidang cukai,” sebut Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tarakan, Andy Irwanto, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga :  Tarakan Waspada Banjir Rob Jelang Lebaran

Ia melanjutkan, target yang pihaknya terima tahun ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya 7 miliar. Namun, pada tahun 2023 pihaknya mampu melampaui target yang ditentukan sebesar 235,87 persen.

Pihaknya optimis akan mencapai target di tahun ini dengan menggenjot penerimaan impor.

“Selama ini kita importasi barang-barang. Kalau ekspor itu seperti tambang. Kita akan optimalkan di situ, kenaikan ini diluar target kita juga tapi kita akan optimalkan di bea masuk dan keluar,” sambung Andy.

Baca Juga :  Ops Ketupat Kayan, Satlantas Polres Tarakan Ajak Komunitas Otomotif Hindari Knalpot Brong dan Balap Liar

Adapun produktivitas di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), didominasi dengan adanya beberapa proyek besar yang tengah berjalan. Hal itupun tentu berpengaruh terhadap bea masuk untuk importasi terutama di wilayah Tarakan. Terlebih dalam barang-barang yang diimpor terdapat presentase tarif barang.

Sementara untuk bea keluar sendiri terdapat barang yang berpotensi menyumbang pemasukan seperti crude palm oil (CPO).

“Turunannya juga serta produk kayu semi olahan. Kalau bea masuk ada barang-barang dengan tarif 0 sampai 10 persen. Tergantung barang-barangnya juga,” lanjutnya.

Baca Juga :  Rangkaian Perayaan Nyepi di Tarakan, Dimulai dari Melasti hingga Puncak Tawur Agung Kesanga

Pada tahun ini juga terdapat optimalisasi pelayanan berupa sistem baru yang memudahkan pengguna jasa untuk submit dokumen ekspor dan impor di Kota Tarakan. Pihaknya juga menggandeng beberapa UMKM untuk menggenjot tercapainya target penerimaan 2024.

“Kita juga berdayakan UMKM kita, kerjasama. Apalagi ada sistem baru namanya Ceisa 4.0 untuk pengguna jasa di Bea Cukai Tarakan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *