Pemerintah akan Pasang Spanduk Larangan Berenang di Sungai Bandara

benuanta.co.id, TARAKAN – Pasca kejadian yang merenggut nyawa dua orang pelajar di sungai bandara, pemerintah akan memasang spanduk imbauan larangan untuk berenang.

Lurah Karang Anyar Pantai, Yohanes Patongloan menjelaskan, pihaknya akan memasang spanduk imbauan larang berenang di sungai bandara.

“Kami pasang benner di sejumlah titik,” ucap Yohanes.

Guna antisipasi kejadian serupa, Kelurahan Karang Anyar Pantai akan memasang 3 buah spanduk di sepanjang sungai bandara.

Yohanes menerangkan, Ketua RT maupun kelurahan akan melakukan pengawasan di lokasi tersebut. Jika tidak diindahkan maka bhabinkamtibmas beserta babinsa Karang Anyar Pantai akan melakukan peneguran dan sanksi.

Baca Juga :  Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Kota Tarakan

“Kalau untuk selfie atau swafoto tidak masalah, namun kalau mandi kami akan larang,” ungkapnya.

Sisi lain di balik insiden yang merenggut nyawa dua orang pelajar terdapat pula pemandangan indah jika dinikmati kala sore hari. Tak ayal lokasi tersebut menjadi tempat favorit yang sering dikunjungi muda mudi.

Terkait potensi tempat wisata, Yohanes akan berkoordinasi kepada asisten satu dan kepala bagian pemerintahan dan Dinas Pariwisata.

Baca Juga :  Penumpang Kapal di Tarakan Melonjak, Tembus 1.200 Orang per Keberangkatan

“Apakah nanti pemerintah menuntaskan galian itu untuk objek wisata, di sana lahan masyarakat,” tuturnya.

Yohanes akan menugaskan bhabinkamtibmas dan babinsa untuk melakukan patroli di lapangan agar ke depannya tidak ada korban lagi.

“Masyarakat disini sudah tau kondisi disini, jadi tidak berani berenang di situ, sepanjang RT 18 dan 26 paham betul keadaannya,” terangnya.

Yohanes berharap kepada seluruh masyarakat Kota Tarakan khususnya warga Kelurahan Karang Anyar Pantai dan para pelajar agar tidak melakukan kegiatan berenang di tempat tersebut agar tidak memakan korban lagi.

Baca Juga :  Rangkaian Perayaan Nyepi di Tarakan, Dimulai dari Melasti hingga Puncak Tawur Agung Kesanga

“Sisi keamanannya belum terkelola dengan baik, selain itu tempat tersebut membahayakan karena ada pertemuan arus,” tandasnya.

Berbeda dengan keterangan Hendra yang sudah menetap selama 20 tahun di daerah tersebut. Ia mengatakan, sungai bandara yang akrab disapa warga sekitar bandara ujung (Bandung) sudah memakan korban sebanyak 3 orang.

“Setahu saya sudah ada 3 orang pernah kejadian di sini,” tutupnya.(*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *