Pegiat Literasi Hibur Anak Terdampak Kebakaran dengan Menggambar

benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah kelompok anak muda yang berfokus terhadap dunia literasi datang menghibur sejumlah anak di posko bencana sosial kebakaran RT 21, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat.

Koordinator Kolektif Literasi Jalanan Rizki Fauzi mengatakan, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan untuk menghibur sejumlah anak di posko korban bencana sosial kebakaran.

Rizki menjelaskan, dengan menggambar, sejumlah anak dapat menuangkan dan mengembangkan kreativitas.

“Sejumlah anak-anak kami kumpulkan sambil mewarnai agar mereka lebih santai dan bersemangat lagi,” ucapnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Tengkayu I Tarakan Perketat Pengawasan Praktik Calo Tiket di Momen Mudik Lebaran

Rizki menyampaikan, sumbangan yang mereka berikan merupakan hasil dari kolektif dan donasi dari sejumlah teman.

“Antusias mereka sangat luar biasa, mereka selalu minta untuk diajak bermain, tapi sayang, waktu yang diberikan sangat terbatas, karena seharusnya mereka perlu banyak bermain,” bebernya.

Literasi jalanan berfokus dalam mengenalkan literasi kepada anak-anak. Literasi bukan hanya membaca maupun menulis, melainkan bermain, bercerita, mendongeng, membaca puisi bahkan bernyanyi.

Baca Juga :  Delapan Pos Disiapkan untuk Antisipasi Puncak Arus Mudik Lebaran di Tarakan

“Kami ada melapak seminggu tiga kali, hari kamis di taman berlabuh mulai pukul 20.00 WITA hingga pukul 22.00 Wita, Hari Sabtu di taman kuliner karang rejo mulai pukul 16.00 WITA hingga pukul 17.00 Wita, sedangkan hari minggu di taman pesisir Lingkas Ujung dimulai pukul 16.00 WITA hingga 17.30 WITA,” ungkapnya.

Rizki menilai, ada banyak sejumlah anak yang masih tidak bersekolah, bahkan terdapat pedagang anak di bawah umur, hal tersebut menimbulkan keprihatinan dari pihaknya.

Baca Juga :  312 Personel Gabungan Disiagakan, Kepolisian Diminta Proaktif Selama Pelayanan Operasi Ketupat

“Gerakan kami berada di pesisir dan kami memiliki ekspedisi ke pelosok Kalimantan Utara, soal dana, kami kolektif, kami merasa daerah pesisir masih butuh banyak perbaikan, karena ada kutipan berkata, revolusi lahir dari pesisir, dengan hal tersebut kami berharap daerah pesisir perlu diperhatikan,” harapnya.

Dengan gerakan tersebut, pihaknya berhadap dapat mengubah stigma buruk anak pesisir menjadi lebih baik.(*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *