Tanggapi Pembatalan Abonemen, DPRD Minta Sosialisasi Sebelum Kebijakan Tarif Air Ditetapkan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pembatalan rencana kenaikan tarif abodemen PDAM Kota Tarakan, akhirnya dilakukan pemerintah setelah ramai desakan dan protes dari masyarakat yang menimbulkan polemik.

DPRD Kota Tarakan pun turut memberikan tanggapan terhadap hal tersebut karena dianggap tepat di tengah kondisi ekonomi warga yang belum stabil.

Ketua DPRD Tarakan, Muhammad Yunus, S.H., menyampaikan langkah pemerintah membatalkan kebijakan itu patut dihargai. Ia menilai saat ini masyarakat belum siap menanggung tambahan beban biaya.

Baca Juga :  Polres Tarakan Imbau Warga Hindari Petasan dan Balap Liar Selama Ramadan

“Kami mengapresiasi terkait pembatalan abodemen yang saat ini belum tepat dengan kondisi ekonomi masyarakat,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Senin (15/9/2025).

Meski begitu, ia mengingatkan setiap kebijakan tetap memerlukan pengkajian secara mendalam meskipun sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Menurutnya, hal ini penting agar kebijakan tidak menimbulkan masalah baru.

“Kebijakan ini walaupun diatur perda tetap perlu pengkajian karena banyak aspek yang perlu diperhatikan, seperti kondisi real di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Atasi Lonjakan Volume Sampah Ramadan, DLH Kerahkan 311 Personel dan 34 Armada

Selain itu, Yunus memberikan saran agar kebijakan yang akan diambil ke depan disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat. Dengan begitu, publik bisa memahami secara jelas dan tidak merasa terbebani secara tiba-tiba.

“Sebaiknya kebijakan yang mau diambil itu disosialisasikan kepada masyarakat,” sarannya.

Sebagai tindak lanjut, ia menegaskan DPRD akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak terkait melalui Badan Musyawarah. Forum tersebut nantinya akan membahas salah satunya mengenai peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

“Rencana RDP dengan pihak terkait akan dijadwalkan di Badan Musyawarah untuk membahas peningkatan PAD, untuk waktunya sendiri belum ditentukan,“ tandasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *