benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung masih menunggu keputusan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), untuk pengerjaan pusat pemerintahan (Puspem) yang baru di Tana Tidung.
Pasalnya sebelum memulai pembangunan Puspem, Pemkab Tana Tidung harus terlebih dahulu melakukan pendataan dan pergantian rugi tanam tumbuh lahan masyarakat yang ada di sekitaran Puspem.
Dimana semua proses itu, tergantung dari keputusan Pemprov Kaltara dalam membentuk tim terpadu pendataan lahan masyarakat.
Kepala Bagian (Kabag) Tata Perencanaan Pembangunan (Tapem) Tana Tidung, Arief mengatakan saat ini Pemkab telah melimpahkannya ke Provinsi dan hanya tinggal menunggu putusan dari gubernur.
“Tim ini bisa dari Provinsi atau dari Pemkab Tana Tidung, tergantung dari gubernur akan melemparkan tanggung jawab ini ke mana,” kata Arief, Ahad 2 Oktober 2022.
Baik dari Provinsi atau dilimpahkan ke Pemkab, menurut Arief tidak akan mempengaruhi proses perencanaan Puspem. Sebab tim manapun yang akan ditunjuk oleh gubernur semuanya akan menjalankannya sesuai dengan regulasi.
“Sampai saat ini putusannya belum ada, tapi kalau tim dari Pemkab intinya sudah siap, tinggal menjalankan sosialisasi, pendataan dan pergantian tanam tumbuh masyarakat,” ujarnya.
Jika nantinya berjalan sesuai rencana, maka sesuai dengan intruksi Bupati Tana Tidung, proses peletakan batu pertama Puspem akan dilakukan pada 9 Oktober mendatang, berdekatan dengan kegiatan pesta adat besar Irau KTT.
“Hanya peletakan batu pertama saja, jadi tidak ada masalah. Karena baik sosialisasi dan pendataan tetap akan kita laksanakan. Agar masyarakat bisa memahami tujuan dari pembangunan Puspem ini,” terangnya.
Sedangkan untuk anggaran pergantian tanam tumbuh lahan masyarakat, Pemkab telah menyiapkannya anggaran yang dikelola oleh OPD terkait, yang bertugas menjalankan pembangunan Puspem.
“Semua satu pintu di Dinas PU karena anggaran pembangunannya ada di situ. Makanya urusan pendataan ini sangat penting, agar tidak ada pihak yang tiba-tiba datang dan mengklaim memiliki lahan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Yogi Wibawa







