benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Pemadaman listrik bergilir oleh PLN di Tana Tidung menuai keluhan warga Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Pasalnya, selain karena pemadaman listrik bergilir yang dilakukan terlalu lama, warga juga mengeluhkan pemadaman listrik yang terkadang dilakukan tidak sesuai dengan jadwal dari PLN.
“Dijadwal pemadaman listriknya hanya 6 jam. Tapi terkadang dimatikan 8 hingga 12 jam. Jadi tidak sesuai waktu matinya,” kata Rian, salah satu warga Desa Sesayap Timur, saat ditemui oleh benuanta.co.id, pada Senin, 25 Juli 2022.
Rian menambahkan akibat mati listrik yang terlalu lama ini, membuat sejumlah aktivitas kerjanya menjadi terhambat. Lantaran tidak bisa menggunakan elektronik dengan maksimal.
“Kalau sudah pemadaman, tentu saya sudah tidak bisa menggunakan komputer. Jadi sangat sulit untuk menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya.
Tak hanya itu, Aina yang merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) juga sangat mengeluhkan pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN.
Selama pemadaman listrik bergilir dilakukan, Aina mengaku terpaksa menggunakan genset untuk mendapatkan listrik. Di mana hal itu, tentunya akan memakan biaya tambahan.
“warung kita kan bukanya pas malam hari, jadi kalau mati lampu mau tidak mau ya pakai genset. Hanya saja kita harus beli lagi BBMnya,” kata Aina.
Pihak benuanta.co.id sempat mencoba menemui kepala PLN Tana Tidung, namun beberapa kali coba ditemui, kepala PLN Tana Tidung sedang berada di luar daerah.
Namun menanggapi situasi ini, Bupati KTT Ibrahim Ali mengaku dirinya sudah bertemu dengan pihak penanggung jawab PLN Tana Tidung.
Ia mengatakan pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PLN kali ini, karena overload waktu perawatan pada mesin pembangkit listrik PLN.
“Jadi mesin pembangkitnya ini ternyata sudah jauh melewati batas perawatan. Makanya sudah tidak sanggup untuk memenuhi kebutuhan listrik semua warga,” kata Bupati.
“Sehingga PLN pun harus melakukan pemadaman bergilir, untuk melakukan perbaikan dan perawatan pada mesin pembangkit listriknya,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







