Banyak Korban Keganasan Buaya, DPRD : Tana Tidung Butuh Penangkaran

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Banyaknya warga yang menjadi korban keganasan buaya, selama tahun 2022 mendapat perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Bagaimana tidak, dalam kurun waktu hampir satu tahun ini sudah ada 5 warga Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang menjadi korban keganasan buaya. Tiga korban di antaranya merupakan warga KTT, sedangkan 2 warga lainnya merupakan warga Kabupaten Nunukan.

Sejak dulu perairan sungai yang ada di Kaltara memang terkenal sebagai tempat buaya berkembang biak predator. Oleh karena itu, anggota komisi III DPRD KTT, Jamhor menginginkan adanya tindakan pemerintah terkait habitat buaya ini.

“Harus dibuatkan penangkaran untuk buaya ini, jika tidak akan semakin banyak warga kita yang menjadi korban,” kata Jamhor pada Sabtu 23 Juli 2022.

Menurutnya dengan adanya penangkaran buaya ini, nantinya bisa menekan perkembangbiakan habitat buaya, dimana buaya-buaya yang berdiameter besar akan dikonservasi di penangkaran.

“Yang bahaya ini buaya yang ukurannya sudah besar atau memiliki panjang 4 meter keatas, jika tidak ditangkar buaya ini akan terus hidup secara liar dan terus berkembang biak,” ujarnya.

Ia menambahkan jika nantinya ada penangkaran buaya. Menurut Jamhor, bisa berdampak pada ekonomi daerah untuk penangkaran ini dijadikan tempat wisata.

“Jika jadi tempat wisata, maka perkembangbiakan buaya bisa kita tekan, angka kematian akibat buaya bisa berkurang dan ekonomi masyarakat juga bisa hidup. Jadi banyak semakin manfaat positifnya,” terangnya.

“Makanya baik Pemkab KTT, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, harus bisa turun tangan membuat penangkaran buaya ini,” bebernya.

Jamhor menilai, angka perkembangbiakan buaya yang ada di KTT sempat ditekan dengan adanya perburuan buaya.

“Tapi sejak 6 tahun yang lalu sudah tidak bisa kita buru lagi buaya ini. Karena adanya larangan perburuan liar dan tidak adanya pasar untuk kulit buaya. Makanya sekarang ini buaya kembali berkembang biak secara liar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *