benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Jaga ketertiban perairan sungai yang ada di Kabupaten Tana Tidung, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Lantamal Tarakan XVIII Kabupaten Tana Tidung, Kapten Laut (PM) Agus Prasetyo Budi, gencar melakukan operasi keamanan ketertiban sungai di KTT.
Selain untuk menjaga ketertiban lalu lintas moda transportasi sungai, menurut Kapten Agus, operasi sungai yang dilakukan juga bertujuan untuk mencegah terjadinya gesekan antar pengusaha moda transportasi Sungai dengan para nelayan.
“Kita menekankan agar moda transportasi Sungai ini lebih memerhatikan jalur lintasnya agar tidak terjadi kecelakaan. Begitu juga dengan para Nelayan yang kita tekankan untuk selalu memberikan tanda pada spot jaring-jaringnya,” kata Kapten Agus, Selasa 21 Juni 2022.
Dalam penjelasannya lebih lanjut, ia mengatakan para nelayan juga tidak boleh memasang jaring secara asal khususnya dalam lintasan kapal.
“Hal itu harus diatur karena potensi kecelakaannya sangat besar. Oleh karena itu bersama dengan dinas terkait hal ini rutin kita tekankan baik kepada pemilik moda transportasi Sungai maupun para nelayan,” ujarnya.
Hal ini juga termasuk batasan kecepatan pada moda transportasi laut, yang sangat diatensi oleh pihak Pos AL Tana Tidung. Dimana setiap moda transportasi Sungai wajib bergerak sesuai dengan batas aman kecepatan, agar tidak terjadi mis-komunikasi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Batas amannya itu ada sesuai dengan jenis moda transportasinya, tapi untuk moda transportasi Sungai di KTT batas amannya itu sekitar 20 hingga 50 knot. Jika dilanggar maka banyak dampak buruknya seperti, mis-komunikasi hingga erupsi sungai,” imbuhnya.
Selama menjalankan operasi ketertiban lintasan Sungai ini, Danposal mengaku menemukan banyak pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik moda transportasi sungai.
Seperti kelayakan speedboat yang tidak sesuai, kurangnya pelampung keselamatan, tidak adanya radio komunikasi hingga pengukur kecepatan speedboat.
“Hal ini memang sepele. Tapi hal-hal inilah yang selalu menjadi penyebab kecelakaan, makanya penekanan seperti ini saat ini sering kita lakukan. Mengingat cukup ramainya aktivitas sungai yang ada di KTT,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







