benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Terjadi kepadatan arus balik mudik, Dinas Perhubungan (Dishub) KTT pastikan tidak akan ada kenaikan tarif pada angkutan transportasi laut jenis speedboat maupun kapal feri.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan dan Jalan, Dishub KTT, Reni Anggraeni mengatakan kepadatan yang ada disejumlah pelabuhan KTT terjadi sejak tanggal 28-30 April lalu.
“Tanggal segitu memang sedang ramainya orang ingin mudik. Baik pelabuhan speedboat yang ada di Tideng Pale, Sesayap Hilir dan pelabuhan kapal feri di Sembawang, semuanya memang sangat ramai,” kata Reni.
Reni menambahkan kepadatan pemudik juga terjadi pada tanggal 3-5 Mei ini. Arus balik pemudik membuat sejumlah pelabuhan transportasi laut kembali padat akan pemudik.
Meski kondisi pelabuhan sampai hari ini selalu dipadati oleh pemudik, namun Reni memastikan tidak akan ada kenaikan tarif pada transportasi angkutan laut yang berlabuh di KTT.
“Untuk Speedboat masih sama Rp 230 ribu rute Tarakan-KTT begitu juga dengan tiket kapal Ferry, yang list harganya dapat kita liat diakun media sosial milik Dishub KTT,” ujarnya lagi.
“Semua harga tiket masih sama dan tidak ada kenaikan harga sama sekali, kalau pun ada kenaikan harga tiket pihak pengelolah transportasi pasti memberitahukan kita,” terangnya.
Disisi lain Arif yang merupakan salah satu motoris speedboat reguler menjelaskan adanya peningkatan jumlah penumpang tidak mempengaruhi harga tiket speedboat kali ini.
“Tidak ada pengaruhnya peningkatan jumlah penumpang dengan harga tiket, kalau penumpangnya banyak pengaruhnya pasti pendapatan kita juga banyak,” kata Arif.
Ia menerangkan kenaikan harga tiket speedboat dapat terpengaruh jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) juga berubah. Setiap pengusaha speedboat harus menyesuaikan pengeluaran BBM dengan harga tiket yang ada.
“Kalau harga BBM naik otomatis harga tiket Speedboat juga naik, kalau harga BBM turun ya ikut turun juga harga tiket, karena pengeluaran terbesar kita memang ada pada BBM,” pungkasnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







