benuanta.co.id TANA TIDUNG – Diproduksi tanpa menggunakan bahan pengawet, beras lokal Kabupaten Tana Tidung (KTT) diklaim dapat bertahan tanpa rusak lebih dari 1 bulan.
Kepala Desa (Kades) Tideng Pale Riahadi, yang juga pencetus program produksi beras lokal KTT menyampaikan meski uji sample laboratorium resmi ketahanan beras lokal KTT ini belum ada. Namun ia mengklaim beras lokal Tideng Pale ini dapat tetap awet meski disimpan selama kurun waktu 1 bulan.
“Uji laboratorium memang belum dilakukan, tapi dari pengakuan pelanggan kita ternyata mereka ada yang menyimpan beras ini selama 3 atau 4 minggu dan kondisinya masih bagus seperti saat pertama kali dibeli,” ujar Riahadi, Jumat 25 Maret 2022.
Hal itu tentunya merupakan kabar positif bagi pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Tideng Pale. Pasalnya hal itu dapat membuktikan kalau beras produksi lokal ini, benar-benar layak dan sehat untuk dikonsumsi.
“Kita produksi dan kemas tanpa menggunakan bahan campuran dan bahan pengawet, sehingga untuk kesehatan beras lokal ini jauh lebih sehat dari beras pada umumnya,” imbuhya.
Meski demikian, pihaknya akan segera melakukan uji laboratorium terhadap beras lokal KTT dalam waktu dekat ini. Tujuannya agar beras lokal hasil panen petani lokal ini benar-benar memiliki kepatenan dalam hal kesehatan.
“Jika beras ini ingin diproduksi lebih besar lagi hingga dijual keluar daerah, tentu tanggal kadarluarsanya harus kita buat dan uji laboratorium itu pasti akan segera kita lakukan,” ungkapnya.
Pemdes saat ini masih menjual beras tersebut dengan stok terbatas, yakni hanya dipasarkan di kalangan masyarakat KTT dan Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemkab Tana Tidung saja yang sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) wajib membeli dan mengkonsumsi beras lokal.
“Syukurnya bupati kita mewajibkan seluruh ASN untuk membeli beras lokal ini. Jadi secara pasar beras lokal kita sudah punya dan tinggal melebarkan sayap saja. Untuk kemasan kita barus mengemas beras ini dengan ukuran 5 Kg dan 10 Kg saja,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







