Posisi Tertelungkup, Mayat Laki-Laki Ditemukan Membusuk di Area Sungai Leluya

benuanta.co.id, Tana Tidung – Warga Desa Tengkudacing, Kecamatan Tanah Merah digegerkan penemuan mayat berjenis kelamin laki – laki dengan kondisi membusuk di Sungai Leluya pada Rabu, 23 Februari 2022.

Sosok mayat laki-laki kisaran usia 60 tahun itu pertama kali ditemukan oleh penjaga tambak di sekitar Sungai Leluya sekitar pukul 10.00 pagi. Lantas penjaga tambak tersebut mengabarkan penjaga tambak lainnya untuk meminta bantuan warga desa terdekat.

“Kami mendapatkan kabar sekitar pukul 11.00 siang, dan bersama tim gabungan langsung ke lokasi yang dimaksud. Lokasi penemuan mayat memang cukup jauh dari perkiraan kami, menyusuri anak sungai yang berliku-liku, sehingga cukup memakan waktu,” terang Babinsa Desa Tengkudacing, Ridwan saat dihubungi benuanta.co.id pada Rabu, 23 Februari 2022.

Sesampainya di lokasi, mayat ditemukan kurang lebih 100 meter dari pinggiran anak sungai dalam posisi tertelungkup dengan mengenakan singlet (kaos dalam) putih dan celana pendek. Pada tubuh ditemukan luka lebam, di bagian punggung dan kepala korban sudah luka dan membusuk.

“Dugaan kami tertimpa kayu karena di sekitarnya ada pokok pohon yang rebah serta ada senso yang mungkin digunakannya,” ungkapnya.

Dikisahkan Ridwan, awal mula ditemukannya mayat yang belakangan diketahui bernama Taming di lokasi tersebut berwal dari kecurigaan para penjaga tambak di sekitar Sungai Leluya yang curiga dengan kepergian Taming beberapa hari belakangan yang tak kunjung pulang.

“Menurut pengakuan penjaga tambak di sana (Sungai Leluya), Beliau (Taming) sudah pergi sejak lima hari yang lalu. Biasanya dia pergi tidak selama itu dan sudah kembali sebelum tiga hari ke pondok-pondok petambak,” tuturnya lewat sambungan telpon kepada benuanta.co.id.

Namun berbeda kali ini, Taming pergi dan tak kunjung kembali ke pondok para petambak. Kecurigaan ini pun tak dirasakan satu orang, melainkan beberapa orang penjaga tambak pun demikian. Maka disepakati bersama mencari Taming di sekitar area yang sering disambangi Taming.

“Dia (Taming) ini setau kami tidak punya tempat tinggal tetap. Itu juga diakui para petambak yang mengenal. Biasanya dia singgah satu dua hari untuk bermalam di salah satu pondok-pondok tambak,” pungkasnya menjelaskan.

Pihaknya juga tidak menemukan bekas luka kekerasan pada tubuh Taming yang mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa. Kuat dugaan, Taming mengalami kecelakaan kerja lantaran bekas memar pada punggung yang cukup parah.

“Memang ada luka menganga di kepalanya yang sudah membusuk tapi kami tidak bisa pastikan itu dikarenakan kekerasan, dugaan kami bekas gigitan hewan liar dan mayat ini kira-kira sudah 3 atau lima hari,” sebutnya.

Selain itu, menurut Ridwan yang juga sedikit mengenal Taming mengaku korban tidak memiliki musuh atau kematiannya diakibatkan serangan atau unsur pembunuhan. Hal itu dikarenakan Taming dikenal sendiri dan selalu bekerja seorang diri.

“Setahu saya dia (Taming) kerja apa saja seperti di area pertambakan, mengambau, ambil kayu, dan membantu-bantu penjaga tambak lainnya,” akunya.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, aparatur desa, puskesmas, dan warga Tengkudacing lalu membawa jasad Taming ke Desa Tanah Merah lalu diserahkan ke pihak Puskesmas Tanah Merah.

“Kami sampai Tanah Merah dari lokasi penemuan mayat sekitar menjelang magrib. Kami langsung serahkan ke pihak Puskesmas yang nantinya dikebumikan di sana (Tanah Merah),” jelasnya.

Informasi yang didapatkan benuanta.co.id, jasad Taming telah dikebumikan oleh warga karena kondisi jasad yang sudah mengeluarkan aroma yang tidak enak. Taming dikebumikan di Tanah Merah oleh pihak Puskesmas dan warga Tanah Merah di Pemakaman Umum Tanah Merah sekitar pukul 19.45 malam.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab kematian Taming hingga ditemukan membusuk di sekitar Sungai Leluya. Hal itu disebabkan tidak adanya saksi lantaran Taming pergi sendiri ke lokasi di mana ia ditemukan. (*)

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *