benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Keponakan korban terkaman buaya, ternyata sempat mengejar buaya hingga akhirnya buaya menyelam dan hilang tanpa meninggalkan jejak.
Baru-baru ini kejadian warga diterkam buaya kembali terjadi di Kanal Sungai Supa, Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT). Kali ini warga Desa Bebakung bernama Luter yang menjadi korban dari ganasnya buaya muara KTT.
Menurut Kapolsek Sesayap Hilir, AKP Jamin menjelaskan saat kejadian keponakan korban yang juga merupakan saksi kejadian ini sempat mengejar buaya yang menerkam Luter. Namun sayangnya, saat dilakukan pengejaran buaya itu malah hilang di sekitaran Kanal Sungai Supa.
“Ada 2 saksi dikejadian ini, yang satu mengejar buaya dan satunya lagi pergi meminta pertolongan,” kata Kapolsek lagi.
“Dari keterangan mereka, katanya saat itu mereka sedang mengantar kayu ulin dan singgah di TKP untuk mencari daun nipah. Setelah itu, korban mencuci kakinya di kanal lalu disambar buaya,” ujarnya.
Keponakan korban yang enggan disebutkan namanya, mengatakan saat kejadian dirinya sempat memperingatkan pamannya akan bahaya buaya. Akan tetapi, Luter yang tidak percaya akan peringatan tersebut tetap nekat untuk mendekati lokasi yang sebelumnya menjadi tragedi warga diterkam buaya juga.
“Sempat saya bilangi jangan ke situ nanti ada buaya, tapi paman malah bilang di sini aman tidak ada buaya. Lalu paman mencelupkan kaki dan langsung diterkam buaya,” bebernya.
Saat ini personil dari Polsek Sesayap, bersama dengan warga setempat masih melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran di sekitaran Kanal Sungai Supa.
“Pencarian ke arah sungai dengan menggunakan 2 perahu, 1 perahu karet dari BPBD dan mudahan hari ini kita bisa menemukan pentunjuk mengenai korban,” kata Kapolsek.
Jika pencarian hari ini belum menemukan titik terang Kapolsek Sesayap Hilir itu, menambahkan pihaknya akan segera meminta bantuan kepada pawang buaya untuk membantu pencarian.
“Kemungkinan akan mendatangkan pawang sebenarnya tadi kita sudah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk mendatangkan pawang dari Sepaladalung,” tutupnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







