benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Sebelum hilang dan diduga tewas disambar buaya, ZA warga Bebatu, Kabupaten Tana Tidung, dikenal memiliki kepribadian yang baik di mata keluarga dan lingkungan sekitar.
Sebelumnya ZA terakhir terlihat pada tanggal 20 Desember 2021 lalu, kala itu ZA memancing bersama seorang temannya di sekitaran kanal sungai Supa Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT).
Musyaroh, ibu korban mengatakan semasa hidupnya ZA berkerja keras menghidupi keluarga dan menabung untuk membangun sebuah pondok pesantren (Ponpes) yang sudah lama diimpikan oleh anaknya.
“Anak saya memang hanya pekerja buruh kasar. Tapi anak saya itu, kepengen sekali bisa membangun pesantren. Katanya untuk anak cucunya belajar agama,” kata Musyaroh kepada benuanta.co.id, Kamis (6/1/2021).
Musyaroh mengungkapkan jika kejadian nahas yang menimpa ZA tidak pernah terjadi, besar kemungkinan cita-cita membangun Ponpes bisa terealisasi dalam beberapa tahun ke depan.
“Insyallah pasti bisa, karena uang tabungannya sudah hampir cukup lah,” ungkapnya.
Sebelum kejadian anaknya yang diduga diterkam buaya, Musyaroh mengaku sudah memiliki firasat jika hal buruk bakal menimpa anaknya. Pasalnya, dia mengaku anaknya memiliki tampilan yang sangat berbeda dari biasanya.
“Anak saya inikan pekerja kasar yang kerja selalu di bawah panas matahari. Tapi sebelum kejadian saya melihatnya kok anak ini wajahnya bersih, bercahaya dan berbeda,” terangnya.
“Di situ saya sudah feeling. Oh anak saya ini umurnya sudah tidak lama lagi. Apalagi sebelum pergi memancing anak saya sempat menolak makanan ketika ditawari,” pungkasnya.
Sisi lain, Wahyudi yang merupakan tetangga dekat ZA mengaku korban merupakan sosok pria baik sekaligus agamis dan selalu bersahaja kepada para tetangga.
“Kalau tetangga minta tolong beliau pasti menolong, selalu mengingatkan kita untuk sholat. Makanya kita semua sempat terpukul dengan kejadian itu,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







