benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Tujuh belas hari sudah ZA warga Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum ditemukan dan dinyatakan tewas setelah disambar buaya ketika memancing di Sungai Supa, Kecamatan Sesayap Hilir pada 20 Desember 2021 lalu.
Beberapa upaya pencarian juga sudah dilakukan tim SAR dibantu warga mencari korban, hingga hari ketujuh operasi pencarian resmi ditutup dengan hasil nihil tanpa adanya tanda-tanda keberadaan jasad korban.
Menariknya, meski hingga saat ini tanda-tanda keberadaan ZA belum diketahui. Pihak keluarga merasa ZA masih belum menghadap ‘Yang Maha Kuasa’ alias belum meninggal. Atas dasar keyakinan itulah, ibu korban mengaku tidak merasa kehilangan ZA.
“Sempat syok di hari pertama kejadian, tapi setelah saya tahu sejumlah fakta. Perasaan saya jadi lega dan kita percaya ZA masih hidup hanya pergi ke tempat lain saja dan pasti nanti kembali pulang,” Kata Musyaroh, Ibu kandung ZA kepada benuanta.co.id, Rabu (5/1/2022).
Menurut Musyaroh, kejadian yang dialami anaknya hal yang biasa disebut dengan ‘Kalap’.
Kalap menurut keyakinan masyarakat adat Jawa merupakan kejadian tersembunyinya makhluk hidup dari alam satu ke alam yang lain.
“Kalau Kalap ini sering terjadi di Jawa, tapi ini hanya sebatas keyakinan kita saja, bukan bermaksud untuk memaksa orang untuk percaya. Tapi kalau kejadian Kalap ini biasanya orangnya pasti kembali,” ujarnya.
Musyaroh percaya anaknya telah dimakan predator buas, namun buaya yang memangsa ZA disebut-sebut bukan buaya biasa, melainkan buaya dari alam tak kasat mata.
“Bisa dibilang hantu atau makhluk halus. Makanya jejak buaya nyata dan jasad anak saya tidak ditemukan tanda-tandanya di area kejadian, karena memang sudah disembunyikan,” terangnya.
Musyaroh semakin yakin anaknya itu mengalami perjalanan spiritual menembus alam gaib. Pasalnya ketika di hari pertama pencarian, dia sempat mengalami kejadian aneh dan mengaku melihat ZA di lokasi pencarian. Bahkan ibu dan anak ini sempat melakukan komunikasi.
“Mata batin saya seperti terbuka saat itu dan saya saat itu juga melihat anak saya mengenakan jubah putih bersih. Anak saya bilang ‘ma pulang saja, saya pasti kembali saya cuma ada urusan sebentar di sini,” ungkapnya.
“Makanya kita di rumah ini semuanya biasa saja, kita menganggap ZA hanya merantau dan pasti kembali ke rumah,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







