Hari Kelima Pencarian ABK Jatuh di Sungai Sesayap, Tim SAR Perluas Area Pencarian

benuanta.co.id, TARAKAN – Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) gabungan masih berupaya menemukan seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan jatuh dari speedboat di Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Korban diketahui bernama Firman (25), warga Kabupaten Tana Tidung, yang hingga kini masih dalam status pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, berdasarkan laporan Rencana Operasi SAR (Ren Ops) H5, menyampaikan pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (23/3/2026) pagi.

Baca Juga :  Long Boat Tenggelam di Perairan Tana Tidung, Dua Korban Masih Dalam Pencarian

“Tim SAR gabungan melaksanakan briefing pada pukul 06.00 WITA, kemudian bertolak menuju lokasi kejadian perkara untuk melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Insiden tersebut terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 16.35 WITA. Kantor SAR Tarakan menerima informasi dari Kepala Pelaksana BPBD Tana Tidung, Didik, sekitar pukul 18.40 WITA di hari yang sama.

Dilaporkan, korban yang merupakan ABK speedboat Habibi rute Tarakan–Tana Tidung terjatuh ke sungai saat kapal dihantam arus deras di perairan Sungai Sesayap, tepatnya di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.

Baca Juga :  Long Boat Tenggelam di Perairan Tana Tidung, Dua Korban Masih Dalam Pencarian

Pada hari kelima pencarian, area operasi diperluas dengan membagi sejumlah titik pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim menyisir beberapa koordinat yang telah ditentukan guna memaksimalkan peluang penemuan korban.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Tarakan, BPBD Kabupaten Tana Tidung, Brimob Tana Tidung, Polairud Polres Tana Tidung, Pos TNI AL Bebatu, Bhabinkamtibmas Polsek Sesayap, serta keluarga korban dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Long Boat Tenggelam di Perairan Tana Tidung, Dua Korban Masih Dalam Pencarian

“Adapun peralatan yang digunakan dalam pencarian meliputi satu unit Rescue D-Max, satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), perlengkapan medis, serta alat komunikasi,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan operasi hari kelima, tidak terdapat kendala berarti di lapangan. Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah, sehingga mendukung kelancaran proses pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan oleh tim Basarnas gabungan. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *