Pengelola SPBU di KTT Sebut Masalah Angkutan Bikin Stok Kadang Kosong

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Tana Tidung telah ikut turun ke lapangan dalam sidak yang dilakukan Komisi III DPRD KTT.

Kepala Disperindagkop dan UMK Tana Tidung, Hardani Yusri, mengatakan sebelumnya telah berkoordinasikan bersama DPRD Tana Tidung, berdasarkan temuan yang didapatkan di lapangan dan keluhan masyarakat maka diputuskan untuk melaksanakan sidak tersebut.

“Keluhan masyarakat itu SPBU banyak sering tutup, dua tiga hari tutup, ternyata pas kita cek dilapangan banyak permasalahan teknis di lapangan,” ungkap Yusri, Jumat (15/8/2025).

Dia menambahkan, nantinya akan dipanggil kembali para pemilik serta pengelola SPBU yang ada di Tana Tidung untuk bersama mencari solusi dari permasalahan ini.

“Kalau kuotanya kata pengelola cukup aja kan, satu minggu ada yang 16 ton, nanti 1 ton tersisa nanti order lagi bahkan ada di Sebidai itu sampai 30 ton satu minggu,” tambahnya.

“Kita punya intel pengawasan BBM, ternyata kita telusuri malam-malam memang ada sesuatu lah gitu kan, tapi kita gak bisa ungkap juga,” pungkas kabid perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, Tahir.

Pengelola SPBU Sebidai di Tana Tidung, Abdul mengakui, jam operasional SPBU buka pukul 08.00 WITA, istirahat Pukul 11.00 WITA, kembali dibuka pada pukul 13.00 WITA dan tutup pukul 17.00 WITA.

“Cuman mungkin pada saat kosong masyarakat mau beli itu lah yang dipermasalahkan,” tuturnya.

Pengelola SPBU PT. Aji Usaha Jaya, Hendra mengatakan mereka sering kekosongan BBM disebabkan karena hambatan tranportasi saat di jalan.

“Jujur aja kalo pengetap kita ada tapi tidak banyak cuman tiga aja, tapi selagi stok masih ada kita buka,” ujarnya. (*)

Reporter: Kurniawin

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *