benuanta.co.id, SULSEL – Penerbangan langsung atau direct flight rute dari Toraja menuju Kalimantan mulai beroperasi pada hari ini Jumat, 7 Oktober 2022.
Penerbangan rute ini didukung subsidi tiket pesawat melalui bantuan keuangan Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2022.
Di mana bantuan keuangan senilai Rp 22,5 miliar diserahkan oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pada rapat paripurna DPRD Kabupaten Tana Toraja (Tator) dalam rangka hari jadi 775 Tahun Toraja dan 65 Tahun Kabupaten Tator pada 31 Agustus 2022.
Bantuan keuangan itu dialokasikan untuk membangun infrastruktur objek wisata Ollon atau familiar dengan sebutan ‘Negeri di Atas Awan’ hingga memberikan subsidi tiket pesawat rute Toraja-Kalimantan.
“Alhamdulillah, penerbangan Wing Air rute langsung subisidi Tana Toraja – Balikpapan perdana 7 Oktober 2022,” kata Andi Sudirman melalui keterangan tertulisnya.
Dia berharap dengan hadirnya layanan penerbangan ini akan membuka akses wisata dan memudahkan warga Toraja dari Kalimantan, begitu pun sebaliknya. Apalagi Toraja dikenal memiliki banyak kawasan wisata dengan panorama alam yang indah.
“Penerbangan rute ini secara reguler setiap hari Jumat dan Minggu. Rencananya terbang pukul 10.50 Wita,” katanya.
Penerbangan ini juga terkoneksi dengan penerbangan ke Tarakan (Kalimantan Utara) serta ke Berau (Kalimantan Timur).
“Semoga penerbangan langsung dengan subsidi dari bantuan keuangan Pemprov 2022 ini akan semakin meningkatkan pariwisata dan perekonomian di Toraja. Mari berdoa semoga semua berjalan lancar sesuai dengan rencana, Aamiin,” pintanya menandaskan.
Diketahui Banda udara di Kabupaten Tana Toraja diresmikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Maret 2022 lalu. Bandara yang terletak di Buntu Kunik, Kecamatan Mangkendek ini mulai dibangun pertengahan 2011 silam di masa kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Hanya saja Bandara Mangkendek ini sempat mangkrak dan mulai digenjot pembangunannya di periode kedua Presiden Jokowi. Bandara Mangkendek ini pun sarat dengan kasus tindak pidana korupsi atas pembebasan lahannya. (*)
Reporter: Akbar
Editor: Yogi Wibawa







