Smartphone Senjata Gen Z untuk Hal Produktif dan Membangun

benuanta.co.id, TARAKAN – Forum Diskusi Kepemudaan bertajuk “Gen Z, Arah Bangsa” digelar di Cafe Alaska, Jalan Gajah Mada, Karang Anyar Pantai, Kota Tarakan, Sabtu (17/1/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.00 WITA dan dihadiri pelajar hingga mahasiswa ini difasilitasi oleh Partai PKS Kota Tarakan, DPRD Kota Tarakan Komisi I, serta Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (BP2M). Forum ini menjadi ruang refleksi dan diskusi mengenai peran strategis Generasi Z dalam menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Komisi I DPRD Tarakan sekaligus Ketua BP2M Tarakan, Adyansa, SM, menekankan besarnya tanggung jawab pemuda terhadap keberlangsungan negara. Ia menyebut pemuda sebagai generasi penerus yang harus menjaga persatuan, nilai Pancasila, dan semangat kebangsaan.

“Pemuda itu pemegang estafet penerus bangsa, jadi tanggung jawabnya bukan kecil, tapi menentukan arah masa depan negara,” ungkapnya, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga :  DPRD Nunukan Siap Kawal Pengaktifan PLBN Sebatik

Adyansa juga turut menekankan pentingnya peran aktif pemuda di era digital. Menurutnya, teknologi dan media sosial harus digunakan secara bijak untuk melawan hoaks dan provokasi yang dapat memecah belah bangsa. “Gen Z punya senjata paling ampuh yaitu handphone, tinggal bagaimana kita gunakan untuk hal yang produktif dan membangun,” ujarnya.

Ia juga menguraikan langkah awal pemuda yang menekankan pentingnya kesadaran sosial dan politik sebagai fondasi partisipasi aktif. Pemuda, kata Adyansa, tidak boleh bersikap apatis terhadap kondisi sekitar. “Kalau kita tidak peduli hari ini, maka kita akan tertinggal dan hanya jadi penonton perubahan,” katanya.

Ia juga mendorong pemuda untuk mulai terlibat dari lingkungan terdekat, baik melalui organisasi, kegiatan sosial, maupun forum diskusi. Dari ruang kecil inilah kepemimpinan dan tanggung jawab dibentuk. “Pemuda itu tidak bisa stagnan, harus selalu dinamis dan berkembang dari pengetahuan serta keterampilan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Penanganan Dinilai Lamban, DPRD Nunukan Tegur OPD Terkait Perundungan Guru PAI

Adyansa juga menyoroti data yang menunjukkan pemilih muda akan berada di posisi utama pada tahun-tahun mendatang. Ia mengingatkan Generasi Z akan menjadi penentu arah demokrasi sehingga wajib melek politik. “Pemuda harus berani berdiskusi, berdebat, dan memahami dinamika politik karena kunci masa depan ada di tangan kalian,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua BP2M Kalimantan Utara, Bahar Mahmud, S.Pd, menilai tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan pada kecerdasan, melainkan kepedulian sosial. Ia menekankan pentingnya nilai dan integritas dalam membangun bangsa.

“Hari ini kita tidak kekurangan orang pintar, tapi kita kekurangan orang-orang yang peduli,” katanya.

Bahar juga menyoroti pentingnya tradisi keilmuan di tengah kemajuan teknologi. Ia mengingatkan agar pemuda tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi tanpa memperkaya wawasan melalui bacaan dan refleksi. “Kita tidak akan menjadi penulis yang baik kalau kita bukan pembaca yang baik, tradisi keilmuan itu tidak boleh punah,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Siap Kawal Pengaktifan PLBN Sebatik

Bahar mengajak pemuda untuk menciptakan sejarah melalui kepedulian dan keberpihakan pada masyarakat. Menurutnya, nilai dan gagasan akan hidup lebih lama dari usia manusia itu sendiri. “Mari kita perpanjang usia sejarah kita dengan peduli dan peka, biarlah pikiran kita tetap hidup meski jasad sudah tidak ada,” imbuhnya.

Ia mengatakan, forum diskusi ini menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita besar yang hanya dapat diwujudkan jika Generasi Z berani mengambil peran, bergerak aktif, dan menjadi penentu arah bangsa sejak hari ini. “Indonesia emas bukan hanya wacana, tapi harapan yang ingin benar-benar kita wujudkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *