SMAN 1 Tarakan Mulai Kembali PTM, Kelas Maksimal Diisi 50 Persen Siswa

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan langsung menginstruksikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan setelah PPKM turun ke level 3. Beberapa sekolah mulai melaksanakan PTM, Senin (25/10/2021).

Guru Mapel Matematika di SMAN 1 Tarakan, Melly Dian Astuti menilai pelaksanaan PTM tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Namun, hanya saja siswa yang mengisi kelas tidak penuh.

“Perbedaan dengan PTM sebelumnya, kita sudah gak full siswanya hanya 50 persen saja. Kemudian belajarnya ada yang offline dan ada yang masih online,” ujarnya Senin (25/10/2021).

Mekanisme PTM di SMAN 1 Tarakan dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga pukul 08.45 WITA untuk satu mapel. Kemudian dilanjutkan pukul 08.50 WITA hingga pukul 09.35 WITA.

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

Melly menjelaskan, untuk pekan pertama ini siswa yang melaksanakan PTM khusus untuk kelas 12 atau 3 SMA saja.

“Kalau satu kelas terisi sekitar 50 persen siswa. Satu kelasnya ada 15 siswa rata-rata. Pelan-pelan dulu sambil evaluasinya terus berjalan, kalau aman lancar berarti minggu depan masuk lagi kelas 11, baru menyusul kelas 10 jika sudah melalui evaluasi,” jelasnya.

Dirinya mengakui, dengan PTM yang sudah dimulai hari ini, sangat memudahkan bagi guru dan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Namun tidak sedikit juga siswa dan orang tua yang memilih pembelajaran online.

Baca Juga :  Tarakan Dapat 200 Unit BSPS Tahap Pertama, Fokus di Tarakan Utara dan Barat

“Meski saat ini kita ada dua jendela, ada offline dan online. Jadi waktunya masih awal mula, hanya 45 menit dalam kelas diberikan. Waktu terbatas dengan mapel matematika, ini menurut saya masih kurang cukup,” tutur perempuan yang mengajar sebagai guru mapel matematika Kelas 12 di SMAN 1 Tarakan.

Khusus siswa yang mengikuti pembelajaran secara online, pihaknya tetap memberikan tugas kepada siswa sebagaimana mestinya. Pihak guru telah memiliki rancangan dalam pembelajaran.

“Waktu yang disediakan terbatas hanya 60 menit kalau secara online, tapi kalau waktu 60 menit ada kesulitan terjadap jaringan, otomatis tidak sesuai rancangan yang dikonsep,” sambung Melly.

Baca Juga :  Akses Darurat Dinilai Sulit, Ribuan Warga Ajukan Pelebaran Jalan Belakang BRI

Sementara itu, Ovi Salwa, salah satu siswa kelas 12 IPA 1 mengaku merasa senang dapat masuk ke sekolah. Dirinya merasa jenuh setelah dua tahun belajar dirumah dan tidak bertemu teman-teman sekelasnya. Selain itu Ovi juga merasa termudahkan dalam belajar jika dilangsungkan secara tatap muka.

“Rasanya seneng banget, karena dua tahun kami tidak ke sekolah sama sekali dan kangen juga kan sama teman-teman. Saya rasa pelaksanaan PTM bisa tersampaikan dengan baik,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew/Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *