Sering Kecolongan Kasus Sabu, Kata Kalapas Over Kapasitas   

benuanta.co.id, TARAKAN – Telah berulang kali warga binaan Lapas Kelas II Tarakan tersandung kasus jejaring narkoba. Bermacam-macam kasus mulai dari pengedaran hingga konsumsi di balik jeruji sel diduga dipengaruhi oleh kepadatan kapasitas.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Lapas Kelas II Tarakan, Yosef Benyamin Yambise menjelaskan kondisi tidak terpantaunya pergerakan narkotika oleh petugas berkaitan sangat erat dengan kapasitas warga binaan.

Untuk diketahui, jumlah warga binaan saat ini sebanyak 1.361 tentu berbanding miring dengan jumlah pegawai yang ada.

“Melihat kondisi yang sangat overcrowded kita membutuhkan koordinasi yang baik dengan aparat penegak hukum. Kita selalu berkomunikasi juga,” tuturnya, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga :  Istri Oknum Polisi di Tarakan Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka dan Ditahan

Warga binaan Lapas sering ditangkap mengendalikan peredaran sabu melalui telepon genggam. Saat dikonfirmasi, Yosef mengaku bahwa razia handphone dan barang lainnya sering dilakukan pihaknya, namun kembali lagi ke kondisi tembok sel Lapas yang cukup rendah.

“Beberapa kali juga kita temukan lemparan dari luar lapas, kan jalanan raya itu menempel di tembok Lapas yang cukup rendah, jadi ini berpotensi juga,” ungkap Yosef.

Dugaan lain, handphone juga masuk dari titipan makanan yang biasa keluarga berikan kepada warga binaan. Yosef mengatakan bahwa pihak nya tidak memiliki X Ray Card untuk melakukan scan terhadap barang-barang mencurigakan.

Baca Juga :  Atasi Lonjakan Volume Sampah Ramadan, DLH Kerahkan 311 Personel dan 34 Armada

“Kita hanya ada penggeledahan manual saja, karena alat kita yang untuk scan kita juga tidak punya,” kata Yosef.

Selain itu, dari enam menara pengawas hanya dua yang dapat difungsikan. Hal ini terpaksa dilakukan karena keterbatasan petugas Lapas. Selain itu CCTV pemantau yang dimiliki Lapas juga tak berfungsi semuanya, tentunya sangat mempermudah warga binaan untuk berbuat hal yang tidak baik.

Baca Juga :  Penyidikan Perkara Tambang, Kejati Kaltara Geledah 5 Instansi di Kabupaten Nunukan

“CCTV ada tapi tidak berfungsinya semua, karena keterbatasan anggaran juga kan,” sambung Yosef.

Yosef tetap memberikan hukuman yang sesuai kepada warga binaan yang melalukan tindakan tidak terpuji. Dirinya tidak akan memberikan remisi terhadap warga binaan yang selalu membuat kesalahan dan meresahkan petugas.

“Tidak akan dapat remisi, karena salah satu syarat remisi adalah berkelakuan baik, kalau ada kasus-kasus itu tidak bisa dapat remisi,” jelasnya. (*) 

 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *