SDN Utama 1 Terpaksa Lockdown, Ini Penyebabnya 

benuanta.co.id, TARAKAN – Belum genap sebulan Kota Tarakan menginjak kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, ditemukan lagi kasus Covid 19 yang menyebabkan tutupnya SDN Utama 1.

Kasus ini diawali dari ditemukannya salah satu siswa kelas 3 SD yang tidak masuk sekolah karena hasil rapid tes mandiri menunjukan hasil positif.

Berdasarkan keterangan Kepala Sekolah SDN Utama 1 Tarakan, Drs. Aripin R Said, orang tua siswa langsung menghubungi pihak sekolah untuk memberitahukan kabar tersebut.

“Memang seminggu kemarin Ibunya itu rapid dan positif, karena anaknya umur 2 tahun juga positif, makanya si anak  ini mengeluh sakit tenggorokan dan di rapid tes juga hingga positif,” terangnya saat ditemui Benuanta, Jumat (18/2/2022).

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Siap Validasi Data Bansos dan Zakat

Aripin melanjutkan, bahwa dalam hal ini pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui Satgas Covid.

“Akhirnya saran dari satgas Covid untuk yang satu sesi dengan anak itu langsung tracing semua,” tuturnya.

Adapun hasil tracing kasus menunjukan 9 kasus positif dari 12 sampel yang diperiksa. 12 sampel ini diambil dari siswa yang berada dalam satu sesi dengan si anak yang kebetulan berada pada sesi 1.

 

Hasil tracing yang menunjukan 9 kasus positif di SDN Utama 1 inilah yang membuat Dinas Kesehatan memberikan arahan untuk menerapkan pembelajaran daring pertanggal 18 Februari 2022 hingga 3 Maret 2022.

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

“Dan dianjurkan kalau ada dari tenaga pendidiknya yang mengeluh batuk, pilek segera konsultasikan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan tracing juga,” jelas Aripin.

Dikatakannya, ke 9 anak yang terkonfirmasi kasus positif juga rata-rata sudah melakukan vaksinasi dosis satu dan dua.

Sementara itu, Plt Dinas Pendidikan, Eny Suryani, S.H., membenarkan bahwa saat ini SDN Utama 1 Tarakan tengah menerapkan pembelajaran daring.

“Untuk menghindari terjadinya kasus lanjutan makanya Dinkes menyarankan untuk belajar daring, nanti ke depannya Dinkes seperti apa langkahnya kita masih belum tahu. Apakah nanti ada penyemprotan atau tracing lagi kita belum tahu,” jelasnya.

Eny melanjutkan, bahwa dalam hal ini pihaknya akan meminta lanjutan tracing untuk tenaga pendidik dan siswa lainnya untuk mengantisipasi penambahan kasus.

Baca Juga :  DPRKPP Tarakan Proses 32 Unit Program Bedah Rumah APBD

“Tugas kami setelah ada hasil dari Dinas Kesehatan kami yang memang membawahi siswa ini kalau menurut Dinkes libur kita liburkan lagi, untuk tracing seharus nya kita minta untuk siswa dan guru tapi teknisnya nanti ke Dinas Kesehatan saja,” lanjutnya.

“Laporan kasus Covid di Tarakan baru dari SDN Utama 1 saja, arahannya sendiri kalau ada anak atau siswa yang demam atau batuk boleh tidak turun sekolah karena ada aturan khususnya,” pungkasnya. (*) 

Reporter: Endah Agustina

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *