‎Satu Rumah di Sebengkok Waru Rusak Dihantam Tanah Longsor

‎benuanta.co.id, TARAKAN – Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Selasa, 5 Agustus 2025 malam menyebabkan satu bangunan rumah di kawasan Gang Waru 5, Kelurahan Sebengkok Waru tertimpa reruntuhan tanah longsor .

‎Rumah yang terdampak dihuni oleh dua anak yatim piatu, yang kini harus menghadapi kerusakan dan trauma akibat bencana tersebut.

‎Peristiwa nahas itu terjadi di RT 26 No.72 pada Rabu, 6 Juli 2025. Material tanah dari tebing yang berada di belakang rumah tiba-tiba longsor dan menghantam bagian dapur rumah mereka.

‎Anggota keluarga, Eka yang mendampingi kedua anak tersebut, mengatakan kerusakan paling parah terjadi di bagian depan dapur.

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

‎“Dinding dapur depan hancur karena tertimpa longsoran. Banyak barang-barang kami juga terkena air dan lumpur,” ungkapnya, Rabu (6/8/2025).

‎Ia menambahkan kerugian bukan hanya soal benda, tetapi juga tekanan psikologis yang dialami keluarganya, khususnya kedua anak yang kini berada dalam kondisi tertekan.

‎“Tentu saja kondisi mental adik saya juga terpangaruh apalagi terjadinya mendadak,” sebutnya.

‎Ia menyebut sebagian barang rusak akibat terendam, namun belum seluruhnya bisa diperiksa. Meski rumah mereka terkena dampak cukup parah, Eka merasa bersyukur karena dinding dapur sempat menahan sebagian besar beban longsoran, sehingga bagian lain rumah tidak ikut hancur.

Baca Juga :  Dua Dapur MBG Tarakan Diskorsing Akibat Dugaan Polemik di Media Sosial

‎“Kalau dinding itu nggak ada, bisa jadi rumah ini runtuh seluruhnya, kami was-was juga karena masih ada potensi longsor susulan,” tukasnya.

‎Menanggapi kejadian tersebut, Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengatakan pihaknya segera menurunkan tim untuk memverifikasi kondisi di lapangan.

‎“Saat menerima laporan sekita pukul 08.21 WITA, kami langsung melakukan peninjauan dan akan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut,” tegasnya.

‎Yonsep juga menjelaskan curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir sangat berpotensi menyebabkan bencana geologis seperti longsor, terutama di daerah perbukitan dan tebing yang rawan pergeseran tanah.

Baca Juga :  Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Disesuaikan Selama Ramadan

‎“Kondisi tanah yang jenuh akibat hujan terus-menerus menjadi faktor utama pemicu longsor di beberapa titik,” jelasnya.

‎Sebagai langkah antisipatif, BPBD mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah lereng atau kaki bukit, untuk selalu waspada terhadap tanda-tanda tanah bergerak.

‎“Kami juga mengarahkan warga agar segera melapor jika melihat tanda longsor, seperti tanah retak atau pohon miring,” tutupnya. (*)

‎Reporter: Eko Saputra

‎Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *