benuanta.co.id, TARAKAN – Mencegah anak stunting dan tumbuh sehat sejak masih dalam kandungan hingga tumbuh dewasa, orang tua perlu mengontrol kebutuhan zat kalsium vitamin.
Menurut Dokter Spesialis Anak RSUD dr Jusuf SK, dr Franky Sientoro Sp.A, hal tersebut perlu dilakukan pengawasan dari orang tua.
“Mulai dari dalam kandungan sampai masa pertumbuhan kebutuhan gizi dan cakupan hingga dari ibu sendiri sebelum hamil gizi ibu, kesehatan ibu harus kondisi baik dan stabil,” ucapnya Rabu (9/11/2022).
Sebab kalau bayi lahir dengan kondisi prematur dan ukurannya kecil, kata dr Franky Sientoro Sp.A resiko stunting bakal meningkat.
“Lalu penggunaan asi kalau dia tidak dapat asi eksklusif resiko stunting lebih besar lagi, lalu imunisasi sangat penting,” tuturnya.
Apalagi permasalahan stunting bukan hanya tubuh anak-anak pendek dan kecil saja tetapi kemampuan daya pikir kurang 20 persen.
“Dari anak-anak normal, bayangkan anak kena stunting IQ-nya dikorting 20 persen bagaimana dia bisa bersaing bertumbuh cerdas dengan masyarakat di luar,” ucapnya.
Selain itu perkembangan otak sangat penting pada anak-anak usia dini yakni usia 2 tahun ke bawah.
“Pada usia kurang 2 tahun kira-kira hampir 80 hingga 90 persen otak telah terbentuk maka segera kita atasi bersama masyarakat pemerintah melalui dinas kesehatan segera kita bersama-sama berjuang untuk mengatasi stunting,” bebernya.
Adapun tips anak tetap sehat tidak kena stunting kata dr Franky Sientoro Sp.A, yakni ibu hamil harus sehat.
“Setelah ibu melahirkan gunakanlah asupan bayi dengan asi selama 2 tahun minimal 6 bulan kemudian beri makanan bergizi yang tidak boleh dilupakan imunisasi karena imunisasi sangat menolong mencegah anak terjadi sakit terhadap penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi,” tuturnya.
Sebagai contoh kalau anak sakit campak karena tidak dapat imunisasi pihaknya menilai hal tersebut dapat menurunkan status gizi.
“Langsung pada saat itu juga, kalau terjadi diare, bayangkan dari gizinya bagus kemudian turun menjadi gizi buruk dehidrasi. Sehingga itulah sangat penting anak dapat imunisasi,” bebernya.
Secara khusus, anak harus juga harus dibatasi penggunaan ponsel dan menonton tv paling lama 1 jam.
“Supaya anak aktivitas fisiknya bagus jangan di tempat tidur nonton hp, akibatnya anak pada perkembangan otot tulang tidak bisa maksimal karena pada dasarnya anak harus lari dan bermain bukan hp,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Yogi Wibawa







