benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang akreditasi standar starkes, seluruh pegawai RSUD dr. H Jusuf SK (JSK) melakukan kegiatan Pit Stop atau kegiatan re-edukasi dalam bentuk refreshing standar-standar mutu pelayanan.
Tim Kesekretariatan Pit Stop Akreditasi Standar Starkes RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Rahmawati Nur Indah, Sp.KJ menjelaskan kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 31 Oktober hingga 11 November 2022 di Lantai 6 Auditorium Hall A.
“Ini reminding, mengingat kembali dan sosialisasi soal akreditasi untuk standar penilaian starkes itu ada 16 Pokja. Ini ke semua staf, non medis maupun medis,” jelasnya, Kamis (3/11/2022).
Pihak manajemen RSUD dr JSK juga terlibat dalam kegiatan mengingat kembali mutu-mutu pelayanan ini. Diuraikannya ada 16 Pokja yang berada dalam setiap stand/booth.
Pokja tersebut di antaranya adalah tata kelola rumah sakit, kualifikasi dan pendidikan staf, manajemen fasilitas dan keselamatan, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, manajemen tekan medik dan informasi kesehatan. Lalu ada pencegahan dan pengendalian infeksi, pendidikan dalam pelayanan kesehatan, akses dan kontinuitas pelayanan, hak pasien dan keluarga, pengkajian pasien, pelayanan dan asuhan pasien, pelayanan anastesi dan bedah, pelayanan kefarmasian dan penggunaan obat, komunikasi dan edukasi, sasaran keselamatan pasien dan program nasional.
“Ini semuanya sampai cleaning service hingga satpam, kita sosialisasi dari 16 Pokja itu. Survei untuk akreditasi itu juga semua karyawan, semuanya berhubungan langsung,” bebernya.
Tujuan dari Pit Stop sendiri yakni merefresh kembali pengetahuan dan pemahaman terkait akreditasi, mempercepat proses sosialisasi elemen penilaian akreditasi, serta mempercepat pemahaman dan implementasi materi akreditasi yang wajib dikuasai oleh civitas RSUD dr JSK.
“Jadi beliau datang di tanggal 2 untuk membuka langsung dan 16 Pokja ini membuat stand masing-masing di lantai 6,” sebutnya.
Ia mengatakan bahwa dalam Pit Stop yang sudah berlangsung selama 4 hari ini semua SDM mampu dan dapat mengikuti tes dengan baik. Indah menegaskan terdapat 1.500 pegawai yang mengikuti tes ini.
“Kalau ada yang tidak lulus kita kasih waktu untuk belajar lagi, baru nanti kita tanyain lagi sudah sampai dimana. Alhamdulillah semua rata-rata sudah bisa dari sisi perawat maupun pegawai rumah sakit yang lain. Kalau untuk CS dan Satpam juga karena kita share juga materinya kan,” jelasnya.
“Jadi sehari itu dibagi masing-masing Pokja, misal dia mau kemana atau jadwal siapa yang ikut Pit Stop tidak menggangu pelayanan juga jadinya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







