Benarkah Katarak Selalu Menyerang Lansia? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Mata RSUD dr JSK

benuanta.co.id, TARAKAN – Katarak merupakan penyakit pada mata yang rentan menyerang usia lanjut. Namun dalam mendiagnosa seseorang terkena katarak mata harus dilakukan oleh medis.

Dokter Spesialis Mata RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Yurike Tiurma Parsulin, Sp.M mengatakan pasien dapat didiagnosis menderita katarak ketika pandangan kabur seperti berasap atau embun. Biasanya ini berlangsung perlahan ketika sudah akut kaburnya mata pasien membuatnya tak dapat melihat lagi.

“Jadi bukan yang langsung kabur mendadak, tapi pelan-pelan dan disertai tanpa mata merah, matanya itu tenang,” katanya, Rabu (19/10/2022).

Sementara dari pemeriksaan sendiri tajam penglihatan pasien juga menurun. Hal ini dilihat dari pasien yang tak bisa menyebutkan angka atau huruf yang ia lihat.

Setelahnya, dokter akan memeriksa menggunakan alat Slit Lamp untuk melihat kondisi bola mata.

“Nanti kalau tidak mampu membaca dari situ ada penurunan tajam penglihatan. Setelahnya diperiksa pakai alat nanti kelihatan bahwa katarak ini adalah kekeruhan pada lensa mata,” paparnya.

Yurike menerangkan adapun faktor dari katarak ini paling dominan karena usia atau biasa disebut katarak senilis. Saat inipun di RSUD dr. H JSK juga menangani paling banyak pada pasien lanjut usia seperti usia 50 tahun ke atas.

“Tapi ada juga penyebab lain selain usia. Misalnya karena trauma atau kena benturan, dipukul atau kecelakaan, itu akan mengakibatkan metabolisme pada lensa terganggu sehingga dia akan mengalami kekeruhan dan katarak,” tuturnya.

Tak dipungkiri, katarak juga dapat menyerang usia muda yang biasa disebut katarak juvenil atau bahkan menyerang anak baru lahir yang biasa disebut katarak kongenital. Pada anak baru lahir katarak dapat ditandai dengan munculnya putih pada manik mata atau anak mata.

“Nah biasanya karena infeksi, jadi saat hamil si ibu kena infeksi paling sering karena rubella yang menyebabkan katarak pada bayi,” bebernya.

Selain lansia, remaja bahkan bayi sekalipun katarak juga dapat menyerang pasien diabetes. Karena pengaruh metabolisme lensa terganggu akibat kadar gula dalam darah.

“Tidak ada komorbid maupun penyakit seperti kencing manis, biasanya kita sarankan tetap untuk periksa mata rutin saja. Untuk melihat kondisi mata saja, kalau katarak senilis itu karena usia tua saja. Kalau untuk dicegah itu kita tidak bisa katakan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penyembuhan pada penyakit katarak tidak melulu harus operasi mata. Terdapat pula penanganan ringan seperti pasien yang harus menggunakan kacamata dan obat tetes agar pengelihatan dapat lebih terang.

Sementara untuk katarak dalam kondisi sedang, kacamata sudah tidak dapat lagi membantu dan harus melakukan operasi.

“Dibersihkan kataraknya kalau sudah sedang statusnya, atau misalnya pasien merasa matanya sakit karena tekanan bola mata meningkat nah ini juga indikasi dibersihkan kataraknya harus dioperasi,” tegasnya.

“Pada anak-anak juga begitu, kalau tidak dibersihkan akan jadi mata malas. Jadi mata malas itu kondisinya akan lebih sulit untuk dioperasi, karena fungsi mata sudah tidak 100 persen,” pungkas dia. (adv)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *