Refleksi Semangat Pemuda di Tengah Momentum Kemerdekaan dan Tahun Baru Hijriah

Sebagai contoh, perkembangan teknologi dan informasi di satu sisi memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam mendapatkan kemudahan mengakses informasi secara luas. Akan tetapi di sisi lain, keterbukaan dan keleluasaan akses informasi juga dapat memeberikan dampak negatif, seperti mudahnya terjadi penyebaran hoaks, penyebaran konten pornografi, penyebaran doktrin ajaran garis keras, dan penyebaran budaya luar yang bertentangan dengan nilai-nilai keindonesiaan.

Pada dasarnya perubahan yang terjadi merupakan suatu proses alamiah yang tidak dapat dibendung. Meskipun demikian, arus perubahan tersebut dapat diantisipasi dan disikapi secara bijak dengan cara melakukan filterisasi dengan baik.

Sebagai generasi muda bangsa Indonesia, filterisasi yang baik mesti dilakukan melalui pemahaman dan pengetahuan mendalam dalam bersikap, yang didasarkan pada ukuran nilai-nilai ajaran agama dan pancasila. Oleh karena itu, pemuda harus menjadi pondasi yang kuat bagi bangsa dan negara dalam memepertahankan kemerdekaan dari arus penjajahan di era modern.

Semangat mengisi kemerdekaan para pemuda harus berjalan lurus dengan semangat berhijrah. Hijrah dalam artian meninggalkan segala sesuatu yang bathil (salah) menuju sesuatu yang haq (benar). Karena sejatinya bagi bangsa Indonesia nilai keagamaan dan nilai kebangsaan merupakan identitas bangsa yang kemudian terwujud dalam Pancasila.

Sehinnga ke depan diharapkan tercapailah cita-cita founding fathers bangsa kita yang ingin melihat pemuda-pemudi bangsa yang bangun jiwa-spiritualitas dan nasionalisme-nya dan yang bangun badan-sikap dan etos kerja-nya untuk terwujudnya Indonesia yang Raya.(*)

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *