benuanta.co.id, NUNUKAN – Kinerja belanja negara melalui KPPN Nunukan selama semester I tahun 2025 mencatatkan realisasi sebesar Rp597,9 miliar dari total pagu Rp1.702,1 miliar. Hal ini mencerminkan efektivitas penyaluran anggaran pemerintah pusat, termasuk transfer ke daerah.
Kepala KPPN Nunukan, Kukuh Budiwasono, menjelaskan Realisasi belanja terbesar berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang telah tersalur sebesar Rp587,68 miliar atau 43,25% dari total alokasi. Dana Desa menjadi jenis TKD dengan capaian tertinggi yakni 51,58%. Seluruh penyaluran TKD dilakukan tepat waktu dan tepat jumlah.
Sedangkan komponen belanja lainnya meliputi, Belanja Pegawai, Rp70,7 miliar TNI-Polri Rp33,4 miliar, PNS Rp19,9 miliar, Belanja Barang Rp47,5 miliar, operasional Rp25,7 miliar pemeliharaan Rp8,4 miliar, Belanja Modal Rp1,1 miliar peralatan dan mesin Rp734,6 juta, gedung dan bangunan Rp375,4 juta.
“Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi belanja pegawai meningkat sebesar 6%, sedangkan belanja barang dan modal mengalami penurunan masing-masing sebesar 43% dan 98%,” kata Budiwasono, kepada benuanta.co.id, Jumat (18/7/2025).
Kegiatan belanja yang ter-tagging inflasi juga telah dilakukan, antara lain oleh, UPBU Nunukan dalam kelompok pengeluaran transportasi (KP6), BPS Nunukan dalam kelompok pendukung komunikasi efektif (KP0).
Sementara itu, penyaluran DAK Fisik untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan konektivitas belum terealisasi hingga Juni karena masih dalam tahap lelang. Alokasi efektif yang dapat disalurkan hanya sebesar Rp5,52 miliar karena adanya kebijakan efisiensi di bidang konektivitas.
“Dengan kinerja ini, kami KPPN Nunukan terus berkomitmen mengawal pelaksanaan APBN agar tetap mendukung pembangunan daerah dan pengendalian inflasi secara merata dan tepat sasaran,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







