“Ini adalah program kita, sebagai usaha kita, upaya kita untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional kita,” kata Prabowo dalam pidato pada acara peluncuran penggunaan interactive flat panel (IFP) atau smartboard untuk sekolah-sekolah di Indonesia di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya kesadaran untuk mengenali tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan, sebagai dasar untuk menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.
Presiden juga menggarisbawahi peran pendidikan sebagai unsur utama dalam proses kebangkitan bangsa.
Prabowo menilai kemajuan suatu negara bergantung pada kemampuan masyarakat dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk melalui sistem pendidikan yang telah berkembang sejak masa sebelum kemerdekaan.
Presiden menyampaikan bahwa pendidikan dan penguasaan sains serta teknologi merupakan fondasi yang menentukan tingkat keberhasilan dan kemakmuran suatu bangsa.
“Kita memahami bahwa pendidikan dan teknologi, science, ilmu pengetahuan adalah kunci keberhasilan, adalah kunci kemakmuran. Tidak ada kemakmuran kalau kita tidak bisa menguasai sains dan teknologi,” kata Prabowo.
Kepala Negara menyatakan capaian target Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 melalui pemasangan perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia melampaui ekspektasi awal pemerintah.
“Saya berpikir program ini mungkin butuh satu tahun lebih, tapi ternyata sejak kita canangkan pada Mei, yang mulai ratas itu Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November ini sudah tadi dilaporkan 173.000 panel terpasang,” katanya.
Presiden pun mengapresiasi kinerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas capaian tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah beserta seluruh jajarannya yang telah berhasil menjalankan program ini dengan luar biasa,” ujarnya.
Presiden Prabowo dalam acara peluncuran program tersebut juga menyebut percepatan ini sebagai salah satu yang terbesar dan tercepat di dunia.
Hingga saat ini, pemerintah mencatat proses pengiriman perangkat smartboard atau interactive flat panel (IFP) telah mencapai 215.572 unit, dengan 172.550 perangkat telah tiba di sekolah-sekolah, sementara 43.022 unit masih dalam perjalanan.
Pemerintah menargetkan seluruh perangkat tersalurkan ke sekolah penerima paling lambat Desember 2025.
Sumber : Antara







