TARAKAN – Hasil Rapimnas Partai Gerindra di Hambalang beberapa waktu lalu memutuskan, dalam pelaksanaan pemilu kepala daerah (Pilkada) di Kaltara, Gerindra diwajibkan untuk mengusung kader.
Tak hanya di Pilgub Kaltara, tapi juga di tingkat kabupaten. Hal ini disampaikan juru bicara (jubir) kader Gerindra, H. La Tinro La Tunrung, yakni Fajar Ngewa.
“Jadi beliau (La Tinro La Tunrung) merupakan figur yang taat dan loyal kepada partai. Sekarang beliau hanya menunggu perintah dari partai, dan akan siap maju di Pilgub dan siap dengan segala risiko melepas jabatan di Komisi VI DPR RI,” ujar Fajar Ngewa kepada benuanta.co.id, Ahad (2/2/2020).
Namun, jika ada instruksi dari Gerindra untuk menjadi nomor dua pada kontestasi Pilgub Kaltara, Ia menyebut tak menutup kemungkinan La Tinro La Tunrung siap menjadi calon wakil gubernur.
“Kami ada pilihan, yang pertama calon gubernur itu H. La Tinro La Tunrung, dan wakilnya pak Ibnu Saud. Tapi kembali lagi, karena hasil Rapimnas itu memang harus mengusung kader, kalau ada potensi, ya harus nomor satu. Tapi kalau tidak nomor satu, ya kita tidak bisa memaksakan diri juga,” terangnya.
Sampai saat ini, ia mengaku Gerindra juga sudah melakukan pendekatan dengan partai besar yang memiliki kursi di Provinsi Kaltara.
“Hampir semua partai yang eksis sudah kita lakukan pendekatan, komunikasi politik,” katanya. Sedangkan survei 6 calon yang dari eksternal partai, lanjutnya, mengerucut menjadi 4 nama.
“4 nama itu sudah kita bawa ke DPP, dan dalam waktu dekat ini akan keluar SK-nya, pak Ibnu Saud akan merilisnya,” tutupnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor: M. Yanudin







