“Semoga bisa lebih awal datangnya dan sebelum HUT TNI, harapannya itu ya,” kata Ali saat jumpa pers di dermaga Kolinlamil Jakarta Utara, Rabu.
Hal tersebut menurut Ali sedang diupayakan agar kapal induk pertama milik TNI AL itu bisa secepatnya memperkuat pertahanan laut Indonesia.
Ali melanjutkan, sejauh ini proses negosiasi antara Kementerian Pertahanan, pemerintah Italia dan galangan kapal asal Italia Fincantieri masih berlangsung.
Di saat yang sama, 100 personel TNI AL calon awak kapal induk juga dipersiapkan untuk mengikuti pelatihan di Italia. Pelatihan itu dilakukan agar calon awak kapal mampu mengoperasikan Garibaldi.
“Kalau pelatihannya akan terus dilaksanakan, dan nanti bagaimana baiknya akan diputuskan oleh Kementerian Pertahanan ya,” jelas Ali.
Ali berharap proses negosiasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.
Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.
Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat sea sparrow / selenia aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.
Sumber ; Antara







