Kaum Milineal Kaltara Dukung Penuh ZIYAP untuk Perubahan

NUNUKAN – Angin segar demokrasi terus meniup dengan bunga-bunganya yang semakin mekar pada kaum milineal untuk mengambil kesempatan mendukung Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum dan Dr. Yansen Tipa Padan M.Si.

Sebab keduanya dinilai menjadi perpaduan apik untuk memimpin Kaltara menjadi lebih maju dan sejahtera. Di mana Zainal A. Paliwang merupakan Jenderal Polisi lulusan Akabri yang sudah matang dalam hal keamanan dan keteriban. Sementara wakilnya, Yansen TP adalah kepala daerah terbaik Se-Indonesia pada 2017 lalu yang merupakan alumni STPDN.

“Gerakan milineal bisa melahirkan perubahan sosial dan keterbukaan politik yang memungkinkan ikut berpartisipasi dalam politik untuk mendukung Zaenal-Yansen (ZIYAP). Tak bisa dipungkiri, budaya poltik lokal mempunyai pengaruh penting dalam pertumbuhan demokrasi saat ini,” kata Ketua Kaltara Bersatu Untuk ZIYAP, Andi Kamil di Nunukan, Selasa (3/11/2020).

Menariknya, kata dia, ada kalangan milineal yang ingin ikut terlibat langsung mencalonkan diri sebagai Tim ZIYAP karena melihat visi dan misi ZIYAP yang searah dengan keinginan seluruh kaum millenial di Kaltara. Apalagi untuk saat ini kaum milineal yang sudah masuk dalam sistem perpolitikan di tanah air, itu terbukti dengan banyaknya tokoh milineal yang bergabung mendukung Jokowi pada Pilpres 2014-2019.

Baca Juga :  Gerakan Pangan Murah DKPP Nunukan Diserbu Warga di Alun-alun

Selain itu, banyak juga kaum milineal ikut berpartisipasi ikut pilcaleg ada beberapa yang lolos di parlemen senayan sebagai wakil rakyat yang khusus mewakili kaum milineal. Dan bahkan sebagai kepala daerah pun itu sudah banyak kaum muda-mudi berhasil juga.

Di tempat yang berbeda, Ketua Milineal Kaltara, Dedy Rahman menambahkan, kaum milineal banyak dilibatkan dalam mendukung ZIYAP, maka ide-ide cemerlangnya dalam memenangkan calonnya itu akan selalu menjadi sebuah terobosan baru dalam Pilkada 9 Desember mendatang, yang inovasinya semakin tinggi dan bisa mengeksplorasi potensi suara pemilih cerdas dan pemilih pemula di daerah ini.

Selain itu, kata dia, kaum milineal yang berada di seluruh wilayah Kaltara secara euforia mungkin tak mampu menahan hasratnya untuk menyelami lebih jauh dunia politik. Ini terbukti dari beberapa tokoh kaum milineal yang berada di Tarakan, Bulungan, KTT, Malinau, dan Nunukan, banyak yang bergabung secara suka rela menjadi bagian pejuang ZIYAP. Dan tentunya, ini membuktikan bahwa kaum milineal menginginkan suatu perubahan di Kaltara yang kita cintai ini.

Baca Juga :  4 Eks PMI Terlantar Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Ditampung Sementara di Shelter Sosial

“Kalau selama ini kaum milineal hanya berjuang khusus bagi masyarakat tertentu saja, akhirnya tergelitik untuk melirik Kaltara yang sesuai dengan ideologi perjuangan, yakni kepentingan rakyat adalah segalanya,” ujar Dedy Rahman.

 

Masih kata Dedy, wong milineal memiliki flatform yang sangat berpengaruh dalam soal mendukung paslon yang sesuai dengan kriteria orientasi yang ideal tentang pembangunan maupun ideologi dan keberpihakannya kepada kemashalatan masyarakat Kaltara kedepannya. Apalagi Cagub dan Cawagub ZIYAP ini sebagai tokoh yang berlatar belakang dari Kepolisian dan Birokrat yang notabene reformis-reformis sejati yang tidak mempunyai beban masa lalu.

Baca Juga :  Dokter Gigi Ingatkan Jaga Kebersihan dan Kesehatan Mulut saat Berpuasa

“Kiranya pilihan kaum milineal memilih dan mendukung ZIYAP tidaklah keliru, dan yang jelas ia betah lantaran sejumlah kaum milineal ia tahu betul rekam jejaknya kedua paslon. Sehingga tak terelakkan lagi kaum milineal menyatukan rasa dan pilihan mendukung ZIYAP sepenuhnya. Dan harus dicatat, ZIYAP membuat seluruh masyarakat berbondong-bondong mendukung dan memperjuangkan untuk suatu kemenangan dan sebahagian lainnya menaruh harapan besar kepadanya untuk menggapai cita-citanya membangun Kaltara Rumah Kita demi suatu perubahan,” jelasnya.

Bicara ketokohan, ZIYAP adalah pertemuan Tokoh suku Bugis Sulawesi dan Tokoh suku Dayak asli Kalimantan itu ibarat madu yang muda di cicipi masyarakat untuk menyisir massa untuk mendukungnya. Bekalnya sebagai orator sejak pak Zaenal menjadi Wakapolda dan Pak Yansen Bupati 2 periode, itu membuktikan bahwa keduanya handal menstimulir histeria massa dalam memperjuangkan strategi politiknya pada Pilgub Kaltara ini. (*)

 

Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *