Polisi Pastikan Kebakaran di Masjid As-Sholihin Dipicu Korsleting Listrik

benuanta.co.id, TARAKAN – Insiden kebakaran yang terjadi di Masjid As-Sholihin, Jalan Aki Pingka, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Rabu (28/1/2026) lalu, dipastikan disebabkan oleh dugaan korsleting listrik berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian.

Kapolsek Tarakan Barat, IPDA Niger Andian Bunga, S.H., mengatakan penyebab kebakaran diketahui setelah Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Tarakan melakukan olah TKP di lokasi kejadian. “Dari hasil olah TKP yang dilakukan Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan, kami mendapati dugaan awal kebakaran dipicu oleh korsleting listrik,” ungkapnya, Selasa (3/1/2026).

Ia menjelaskan, sumber awal korsleting berasal dari kontrol box listrik mesin pompa air yang berada di area wudhu dan kamar mandi di lantai dua bangunan masjid. “Korsleting listrik ini berawal dari kontrol box listrik mesin pompa air yang posisinya berada di ruang wudhu dan kamar mandi lantai dua,” jelasnya.

Baca Juga :  Kesadaran Urus Akta Kematian di Tarakan Belum Optimal

Selain itu, polisi juga menemukan adanya rangkaian ulang instalasi listrik pada lampu di area wudhu yang menggunakan colokan terminal tambahan. “Aliran listrik lampu di tempat wudhu tersebut dirangkaikan kembali dengan menggunakan colokan terminal,” lanjutnya.

Colokan terminal tersebut, lanjutnya, digunakan untuk menyuplai listrik mesin pompa air melalui kontrol box aliran listrik yang sama. “Terminal itu dipakai untuk colokan mesin pompa air dengan menggunakan kontrol box aliran listrik,” katanya.

Baca Juga :  Targetkan Rp3,5 Miliar di Bulan Ramadan, 10.500 Mustahik Tarakan Siap Terima Manfaat

Permasalahan semakin diperparah karena posisi terminal dan kontrol box berada sangat dekat dengan gudang masjid yang terbuat dari material mudah terbakar. “Terminal dan kontrol box tersebut berada tepat di sebelah gudang yang terbuat dari tripleks,” terangnya.

Akibat kondisi tersebut, api dengan cepat membesar dan membakar seluruh gudang beserta isinya. “Api kemudian timbul dan membakar seluruh gudang yang terbuat dari kayu serta berisi barang-barang keperluan masjid yang mudah terbakar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Tarakan Siap Validasi Data Bansos dan Zakat

IPDA Niger menambahkan, saat kejadian masjid tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk kegiatan ibadah karena masih dalam tahap pembangunan. “Masjid As-Sholihin ini belum sepenuhnya dipergunakan karena masih dalam proses pembangunan,” tambahnya.

Pihak kepolisian mengimbau pengurus rumah ibadah dan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik, terutama pada bangunan yang masih dalam tahap pengerjaan. “Kami mengingatkan agar instalasi listrik dipasang sesuai standar keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *