benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kapolda Kalimantan Utara, Djati Wiyoto Abadhy memastikan pengamanan arus mudik Lebaran di wilayah Kalimantan Utara berjalan dengan baik dan terkendali. Hal itu disampaikan setelah melakukan peninjauan sejumlah pos pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Kayan 2026, Senin (16/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Kaltara, Kapolresta Bulungan serta unsur Forkopimda dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Mereka meninjau beberapa pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu yang berada di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Nunukan, Tarakan hingga Kabupaten Bulungan.
Djati menjelaskan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan sekaligus pengamanan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
“Kami mengunjungi ke beberapa pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu ini untuk memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 berjalan dengan baik untuk mengamankan masyarakat yang akan mudik dan merayakan Idul Fitri di Kalimantan Utara,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus mudik di sejumlah titik hingga saat ini masih terpantau aman dan lancar. Meski begitu, tetap mengantisipasi potensi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi di beberapa pelabuhan.
“Fokusnya kami pada pos yang berada di pelabuhan karena ini yang diprediksi akan meningkat penumpangnya. Namun dari hasil pemantauan, situasi masih aman dan lancar,” jelasnya.
Kapolda juga mengingatkan para petugas agar terus mengedepankan aspek keselamatan bagi para penumpang, terutama pengguna transportasi speedboat. Hal ini mengingat kondisi cuaca yang diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
“Kalau dari prediksi BMKG, curah hujan dua sampai tiga hari ke depan masih cukup tinggi dan debit air juga meningkat,” tegas Djati.
Selain pengamanan arus mudik, Ia juga mengingatkan untuk meningkatkan pengawasan kepada barang bawaan penumpang, terutama di wilayah pelabuhan yang menjadi pintu keluar masuk masyarakat.
“Kami melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan penumpang untuk mengantisipasi peredaran narkoba, senjata tajam maupun barang berbahaya lainnya melalui pemeriksaan X-ray,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir petugas sempat menemukan barang terlarang yang dibawa penumpang di sejumlah pelabuhan.
“Barang narkoba ditemukan di Tarakan, sedangkan senjata tajam ditemukan di Nunukan. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses pendalaman,” katanya.
Djati juga mengimbau masyarakat agar tidak menerima titipan barang dari orang lain saat melakukan perjalanan, karena dapat menimbulkan masalah hukum apabila barang tersebut melanggar aturan.
“Kami ingatkan masyarakat agar tidak menerima titipan barang dari orang lain. Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, ada penumpang yang dititipi barang dan setelah melalui pemeriksaan X-ray ternyata ditemukan barang terlarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui proses penyelidikan petugas akhirnya berhasil mengidentifikasi pemilik tas berisi barang mencurigakan tersebut.
“Awalnya tas itu ditinggalkan di suatu tempat, tetapi setelah dilakukan penyelidikan kami berhasil menemukan pemiliknya yang saat itu sudah berada di hotel,” pungkasnya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







