PMK: Api Berasal dari Bawah Bangunan Masjid As-Sholihin

benuanta.co.id, TARAKAN – Kebakaran melanda Masjid As-Sholihin yang berlokasi di Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, RT 08, pada Rabu (28/1/2026). Api diketahui membesar di bagian bawah bangunan masjid dan memicu kepulan asap tebal yang sempat mengkhawatirkan warga sekitar.

Kabid Pemadam Kebakaran pada Kantor Satpol PP dan PMK Tarakan, Eko Supriyatnoko, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima pihaknya sekitar pukul 14.20 WITA. “Informasi kebakaran masuk ke kami sekitar pukul 14.20 WITA,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tim pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar 10 menit setelah laporan diterima. “Kami termonitor sampai di TKP itu sekitar pukul 14.30 WITA, atau kurang lebih 10 menit setelah laporan masuk,” katanya.

Baca Juga :  Atasi Lonjakan Volume Sampah Ramadan, DLH Kerahkan 311 Personel dan 34 Armada

Setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati kondisi api sudah membesar disertai asap tebal yang menyelimuti bangunan masjid. “Saat tim tiba di TKP, kondisi api sudah membesar dan asapnya cukup tebal,” jelasnya

Eko menerangkan struktur Masjid As-Sholihin terdiri dari dua bagian utama, yakni ruang ibadah di lantai atas dan bangunan bawah tanah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan. “Masjid ini memiliki dua ruangan utama, di atas sebagai ruang ibadah dan di bawah tanah sebagai tempat penyimpanan alat-alat seperti ambal dan rebana,” paparnya.

Baca Juga :  Tiket Lambelu H-3 Lebaran Sudah Ludes, PELNI Siapkan Bukit Siguntang

Menurutnya, titik api berasal dari area bawah tanah yang menyimpan banyak material mudah terbakar. “Ketika kami sampai, kami langsung fokus ke bawah dan yang terbakar itu ambal, karena di bawah memang banyak benda yang mudah terbakar seperti kayu dan karpet,” imbuhnya.

Proses pemadaman, petugas mengerahkan sejumlah armada dari beberapa sektor. “Untuk armada, dari mako kami kerahkan satu unit truk fire, dari sektor utara satu unit truk fire, serta satu unit supply,” bebernya.

Ia menyebutkan, proses pemadaman hingga pendinginan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. “Proses pemadaman sampai pendinginan itu kurang lebih sekitar 15 menit,” lanjutnya.

Baca Juga :  DPRKPP Tarakan Proses 32 Unit Program Bedah Rumah APBD

Meski demikian, petugas sempat mengalami kendala akibat suhu panas di dalam ruangan bawah tanah. “Kesulitannya ada pada kondisi di dalam ruangan yang panas sehingga cukup menyulitkan petugas,” ucapnya.

Terkait penyebab kebakaran, Eko menegaskan pihaknya belum dapat memastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. “Untuk penyebab kebakaran sendiri belum bisa dipastikan karena masih dalam proses penyidikan oleh pihak kepolisian,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *