Perjuangan Mapala UBT Mengibarkan Bendera Merah Putih di Ketinggian 500 M Gunung Rian KTT

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) yang tergabung kedalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Borneo Tarakan (IMPA-UBT) menggelar upacara memperingati HUT RI Ke-76 tahun di Gunung Rian Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, Selasa (17/8).

Persiapan pengibaran bendera ini Gunung Rian KTT ini telah dipersiapkan dengan matang oleh Mapala. Sebelum hari H mereka telah tiba di lokasi kegiatan. Pengibaran bendera merah putih dilakukan pada ketinggian sekitar 500 M.

Koordinator Lapangan Upacara Pengibaran Bendera dari Mapala IMPA UB, Galih Saputra mengatakan ia dan timnya telah mempersiapkan agenda ini dalam kurun waktu sekitar dua minggu.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Persiapan kami sekitar dua mingguan jadi perjalanannya juga mulai tanggal 13 kemarin dan sampai besok rencananya,” tuturnya.

Kapal Ferry yang mereka tumpangi tiba pada tanggal 14 Agustus 2021 di Kabupaten Tana Tidung tepatnya di desa Sebawang. Mereka mengendarai motor sambil menikmati suasana alam di desa Sebawang menuju kaki bukit Gunung Rian.

Lanjut perjalanan mereka tak berhenti disitu, kembali berjalan mendaki curamnya kaki gunung serta terjalnya bukit akhirnya mereka sampai di lokasi tujuan yaitu air terjun 7 tingkat Gunung Rian.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Kalau dari luar pulau terutama dari Tarakan ke KTT kita menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju lokasi pelabuhan Ferry di Juata Laut setelah itu naik Ferry ke KTT tepatnya di Sebawang kemudian naik motor untuk sampai di kaki gunung, terus lanjut ke air terjun tingkat tujuh,” ujarnya.

Pengibaran di alam bebas ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap 17 Agustus. Mapala memaknai hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan mencintai alam melalu cara merawat alam dan menjaga lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Ekonomi Desa Terpukul, Masyarakat Minta PT PMJ Segera Beroperasi Lagi

“Karena basic kami di alam juga terutama medan atau jalur yang kami lintasi cukup sulit belum tentu warga sekitar atau orang lain bisa melewati jalur. Kemudian makna HUT RI bagi anak mapala yang kami ambil untuk memperingatinya kami mencintai alam, alam di Indonesia harus bisa lebih dirawat lagi,” tegasnya dengan penuh semangat. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *