Ketiga, menerapkan reward and punishment; yaitu hukuman dan penghargaan yang sesuai dengan tahap perkembangan jiwa anak. Sehingga anak selalu terdorong untuk melakukan kebaikan dan takut untuk melakukan keburukan. Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW pun disebutkan, “Perintahkanlah anak-anakmu untuk mengerjakan shalat ketika sudah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka apabila tidak melaksanakannya ketika sudah menginjak usia sepuluh tahun”. Tentu pukulan pendidikan dan kasih sayang supaya anak mengenali kewajiban dan tanggung jawabnya.
Keempat, memberikan keteladanan; sebagai orangtua tentunya harus menjadi teladan baik bagi anak-anaknya.Sehingga pendidikan agama dalam keluarga menjadi efektif karena keteladanan yang diperlihatkan oleh orangtua. Jadi dalam melaksanakan perintah-perintah agama, selaku orangtua bukan hanya pandai menyuruh, tetapi mengajak dengan mengatakan, “Mari Nak!melakukan bersama-sama”.
Kelima, memanjatkan doa demi kebaikan dan keshalehan anak-anak kita. Selaku manusia yang namanya orangtua pasti memiliki keterbatasan, karena itu jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT untuk kebaikan dan kemaslahatan keluarga serta keturunan kita. Ada doa yang diajarkan Al-Quran, Artinya “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Furqaan [25]:74).
Demikianlah diatara upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk penguatan pendidikan agama dalam keluarga. Apabila pendidikan agama ini sudah ditanamkan sejak dini kepada anak-anak kita, maka Insya Allah akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi kehidupan di masa-masa dewasa. Juga yang paling penting, dengan penguatan pendidikan agama dalam keluarga dapat menyelamatkan anak-anak kita dari ancaman kemerosotan moral dan kehancuran kehidupan di masa-masa yang akan datang.
Wallahu Subhanahu Wata’ala A’lam.(*)







