Pemprov Kaltara Siapkan 3.000 Hektare Kawasan Blue Economy di Sembakung

benuanta.co.id, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mulai menyiapkan pengembangan ekonomi biru berbasis karbon melalui proyek percontohan rehabilitasi dan pengelolaan kawasan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Nunukan.

Program ini digagas dalam kegiatan Cross Regional Blue Economy Initiative Kaltara–Sabah yang digelar di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Afirin Paliwang, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah awal kerja sama lintas wilayah antara Kaltara dan Sabah, Malaysia, dalam pengembangan ekonomi biru sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Kegiatan ini untuk mensosialisasikan ekonomi biru di salah satu desa di Kabupaten Nunukan. Kami bekerja sama dengan wilayah Sabah untuk melakukan penanaman mangrove serta memberdayakan potensi masyarakat dalam mengelola kawasan yang memiliki nilai karbon,” ujar Gubernur Zainal Rabu, (8/4/2026).

Ia menjelaskan, kawasan yang disiapkan sebagai proyek percontohan memiliki luasan sekitar 3.000 hektare yang mencakup area mangrove dan lahan gambut. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai penyerap karbon yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat desa.

Menurut Zainal, pengembangan proyek karbon biru itu diarahkan untuk mendukung perdagangan karbon pada masa mendatang. Namun, implementasi manfaat ekonominya diperkirakan baru dapat mulai dirasakan secara bertahap dalam satu dekade ke depan.

“Diperkirakan sekitar tahun 2035 sudah bisa mulai berjalan dan menghasilkan efek ekonomi bagi masyarakat desa,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut akan melibatkan masyarakat desa setempat sebagai aktor utama dalam pengelolaan kawasan. Ke depan, model serupa juga akan diperluas ke desa-desa pesisir lain di Kalitara yang memiliki potensi mangrove dan ekosistem karbon tinggi.

“Proyek ke depan akan melibatkan desa-desa pesisir lainnya di Kaltara, tentu setelah melihat potensi masing-masing wilayah,” ujar Zainal.

Pemerintah Provinsi Kaltara berharap inisiatif ini dapat menjadi model pengembangan ekonomi berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *