TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) terus berupaya menggaet milenial agar tak terjerumus dalam bahaya narkoba. Salah satunya dengan program Bersih narkoba (Bersinar) yang sudah mulai dijalankan.
Wakil Walikota Tarakan, Effendhi Djuprianto menjelaskan bahwa para pengguna narkoba yang telah kembali ke masyarakat sejatinya harus dipantau agar tetap produktif. Antara lain mewadahi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan mendongkrak ekonomi.
“Kemarin kita bersama BNN dan komponen yang lain untuk mengawasi sekaligus membuat produktif. Seperti kaitannya dengan limbah nelayan yang mungkin nanti kita jadikan kerupuk, jadi petis dan lain-lainnya dari limbah ikan, udang atau lainnya,” ujar Wakil Walikota Tarakan, Effendhi Djuprianto kepada benuanta.co.id, Rabu (26/5/2021).
“Nanti waktu mereka kita akan habiskan untuk memproduksi itu dan dalam rangka pemantauan daripada mereka. Dengan pemantauan ketat itu sih InsyaAllah mencegah terulang kembalinya dia menggunakan itu (narkoba),” tambahnya.
Dengan begitu, Efendhi yakin penguatan dalam pencegahan maupun penyalahgunaan narkoba di Tarakan dapat diminimalisir.
Sebab, ia sendiri mengakui bahwa Pemkot tidak akan bisa memberantas narkoba yang diketahui pada jalur laut sangat rawan penyeludupan barang haram tersebut, tanpa ada bantuan dari pihak lain. Dalam hal ini BNNK, BNNP maupun Polres Tarakan.
“Karena kegiatan ini (penyeludupan) tidak berorientasi nantinya ujungnya ke Tarakan. Tarakan itu hanya transit kan seperti itu. Makanya Pemkot terus berupaya bekerjasama dengan instansi vertikal lah ya,” tukasnya. (*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra







