TARAKAN – Bantuan sosial dari pemerintah masih terus dinantikan untuk disalurkan kepada masyarakat guna mendongkrak ekonomi nasional. Termasuk di Tarakan yang mana bantuan sosial pemerintah ini ditangani Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan (Dinsos PM).
Kepala Bidang Sosial Dinsos PM Tarakan, Jamaluddin menjelaskan bantuan sosial masih rutin dilakukan. Bantuan yang dimaksud diberikan bersyarat kepada keluarga miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat program Keluarga Harapan (PKH).
Adapun bantuan lain seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang kini berganti nama menjadi Bantuan Sembako Pangan (BSP), belum diketahui kelanjutan pada bulan mendatang dari pemerintah pusat.
“Yang rutin ini kan seperti sembako, PKH. Kalau yang BSP bantuan tunai langsung yang penyalurannya lewat Kantor Pos ini kelihatannya saya juga belum bisa pastikan apakah sampai bulan April atau bagaimana ini,” ujar Kepala Bidang Dinsos PM Tarakan, Jamaluddin saat dihubungi benuanta.co.id, Rabu (21/4/2021).
“Karena sampai sekarang ini masih ada juga yang turun, takutnya nanti yang bulan Mei, Juni itu masih adakah atau tidak. Itu belum kami tau yang bantuan tunai langsung yang penyalurannya lewat Kantor Pos,” tambahnya.
Persoalan data penerima bansos, Jamal mengaku pembenahan yang dilakukan sampai saat ini berjalan lancar. Ia mengatakan, kendala tersebut bukan disebabkan salah sasaran. Melainkan adanya kesalahan teknis saat melakukan input data.
“Pelaksanaannya sampai bulan April ini Alhamdulillah lancar-lancar aja. Sebenarnya bukan salah datanya, karena orangnya tetap sama. Cuma di dalam pengetikan itu ada kesalahan, biasanya di sistem itu tidak mau membaca datanya dan akan menolak kalau ada yang salah ketik, salah spasi. Ya begitu-gitu aja,” terangnya.
“Sebenarnya kalau data validnya kita sudah oke, tidak ada masalah juga. Karena dari Kementerian Sosial itu menurunkan data by name by address (bnba) sesuai data yang sudah valid,” lanjutnya.
Jikapun salah sasaran penerima bansos itu dinilai kemungkinannya sangat kecil. Sebab, selain didukung kondisi wilayah yang masih dapat dijangkau. Antusias masyarakat terhadap bantuan gratis seperti bansos ini juga tinggi.
“Kalau salah sasaran (penerima bansos) itu tidak. Insyallah Tarakan tidak ada yang salah sasaran. Karena begitu masyarakat mengetahui datanya sudah berada di sistem, mereka akan aktif,” tandasnya.
Kendati perbaikan data yang sudah dilakukan diklaim telah berjalan sesuai koridornya. Ditambah masyarakat yang disebut Dinsos memiliki antusias tinggi. Masyarakat pun masih mengeluhkan masih adanya warga tak mampu yang belum terakomodir dari runtunan panjang program bantuan pemerintah.
Abdul Gani misalnya, warga Kelurahan Selumit mengaku informasi apapun yang berkaitan dengan bansos tak pernah disampaikan secara masif dan interaktif. Sekalipun mendengar, ia selalu terlambat menerima informasi tersebut yang akhirnya tak pernah diberi kesempatan untuk diakomodir dalam bantuan.
“Kebanyakan taunya itu dari mulut ke mulut, dari tetangga yang sudah dapat (bansos) atau dari berita. Begitu mau diurus sudah terlambat kan. Kalau sudah begitu pasti nanti diinformasikan ke kita cuma ikut yang (program bansos) lainnya, tapi tidak ada didata juga,” bebernya.
Selain minim informasi bantuan dari pemerintah, ia menuturkan garda terdepan warga. Yakni Ketua RT atau Kelurahan, dalam sepengetahuannya, selama ini turut merekomendasikan warga mana saja yang bakal mendapat bantuan transparansinya terkesan diredam.
“Sering juga saya datangi RT, tapi ya itu tidak ada tindaklanjut. Pernah sekali dapat bantuan sembako waktu awal Covid, sekarang sudah tidak ada kabar. Disini RT ngasih informasi soal bantuan juga pilih-pilih. Malahan ada warga (kondisi) mampu itu dapat. Yang sakit-sakitan, yang tidak mampu kerja malah tidak dibantu. Begitu juga bantuan yang daftar lewat handphone, belum tentu semua warga bisa aksesnya,” tutupnya.(*)
Reporter: Yogi Wibawa
Editor: Ramli







